Soal Usulan Kenaikan Tarif hingga Rp60 Ribu per Jam, Pramono: Bukan dari Pemprov Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menanggapi usulan penyesuaian tarif parkir di Jakarta, di mana tarif parkir untuk motor berada pada rentang Rp 3.000 hingga Rp 15.000 per jam, sementara untuk mobil diusulkan berada di kisaran Rp 6.000 hingga Rp 60.000 per jam.
Dia menegaskan, angka tersebut bukan berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Dia mengaku tidak mengetahui asal-usul angka Rp60 ribu per jam yang ramai dibicarakan.
"Rp60 ribu itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah Jakarta," kata Pramono, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Hyundai IONIQ 5 Bisa Parkir Paralel? Simak Spesifikasi dan Teknologinya
Dia mengatakan, Pemprov Jakarta masih mempertimbangkan besaran tarif yang dinilai wajar bagi masyarakat. Menurut dia, setiap kebijakan yang akan diterapkan pemerintah harus memperhitungkan berbagai dampak.
"Pemerintah Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal. Pemerintah tidak ingin kebijakan baru justru membebani warga," ujarnya.
Baca Juga: Kenapa Hyundai Ioniq 5 Aa Juju Bermasalah Saat Parkir Paralel? Ini Penjelasannya
Pramono juga memastikan belum ada keputusan final mengenai penyesuaian tarif parkir di Ibu Kota. Pembahasan masih berlangsung di DPRD Jakarta. "Termasuk berapa harga yang wajar. Sampai hari ini belum ada keputusan apa pun tentang itu. Bahkan angka Rp60 ribu pun saya baru tahu ketika sudah viral," kata dia.
Sebelumnya, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jakarta membahas usulan penyesuaian tarif parkir. Dalam rancangan tersebut, tarif sepeda motor diusulkan berkisar Rp3.000 hingga Rp15.000 per jam.
Adapun tarif mobil diusulkan mulai Rp6.000 hingga Rp60.000 per jam. Kendaraan besar seperti bus dan truk juga diusulkan memiliki tarif maksimal Rp60.000 per jam. Besaran tarif itu masih menjadi bahan pembahasan. Keputusan akhirnya belum ditetapkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







