Temuan 6 Kasus Suspek Hantavirus, Dinkes Jakarta Harus Perketat Pengawasan

AKURAT.CO Sekretaris Komisi E DPRD Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperketat pengawasan dan penanganan kasus Hantavirus guna mencegah potensi penyebaran yang lebih luas di Jakarta.
Hal tersebut menyusul temuan enam kasus suspek kasus Hantavirus, yang saat ini ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta.
"Pemprov DKI harus memerhatikan ancaman ini secara serius. Virus itu berpotensi menjadi pandemi apabila tidak ditangani dengan baik. Jangan sampai kebobolan, terlebih masyarakat kita sedang mengalami banyak kesulitan sekarang," kata Justin kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Kontak Erat Pasien Hantavirus di Jakarta Negatif, Pemantauan Dilakukan Dua Pekan
Dia meminta Dinas Kesehatan Jakarta terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, dalam menangani pasien positif Hantavirus. Dia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap suspek agar tidak melemah.
"Dinas Kesehatan perlu berkoordinasi dengan Kemenkes RI untuk terus merawat pasien-pasien yang positif terpapar Hantavirus ini. Kemudian, pengawasan terhadap suspek-suspek lainnya juga jangan sampai kendor," ujarnya.
Selain itu, Justin meminta pemerintah melakukan pelacakan kontak terhadap pasien dan suspek Hantavirus untuk memetakan wilayah rawan penyebaran. Menurutnya, pencegahan sejak dini melalui edukasi menjadi penting untuk menekan angka suspek agar tidak mewabah seperti Covid-19.
"Tidak lupa, harus diselidiki para pasien dan suspek ini pernah bertemu dengan siapa saja. Interaksi-interaksi tersebut perlu dilacak. Setidaknya, dengan itu kita bisa memetakan daerah-daerah mana saja yang menjadi rawan dan perlu diberikan perhatian lebih," ucap Justin.
Dia juga mendorong Dinas Kesehatan menyiapkan skenario pembatasan dan pengendalian mobilitas masyarakat, apabila penyebaran virus semakin meluas.
Baca Juga: Wabah Hantavirus Mematikan, Kota “Ujung Dunia” Argentina Diselimuti Kekhawatiran
"Dinkes perlu menyiapkan skenario-skenario di mana pembatasan-pembatasan dan pengendalian gerak-gerik masyarakat harus dilakukan. Supaya penyebaran virusnya bisa dikendalikan dan tidak melebar lebih luas lagi. Meskipun, saya berharap penyebaran virusnya bisa berhenti dan pasien-pasiennya tidak terus bertambah," tegasnya.
Di sisi lain, Justin menilai upaya pencegahan harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Menurut dia, sosialisasi perlu dilakukan secara masif mulai dari sekolah hingga lingkungan RT/RW.
"Seiring dengan itu semua, Pemprov DKI harus mendorong pola hidup sehat di masyarakat. Karena, percuma saja kalau infrastruktur-infrastruktur kesehatannya sudah siap, tetapi masyarakatnya tetap abai. Ini perlu disosialisasikan di sekolah-sekolah, kelurahan-kelurahan, sampai dengan lingkungan RT/RW," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








