Kontak Erat Pasien Hantavirus di Jakarta Negatif, Pemantauan Dilakukan Dua Pekan

AKURAT.CO Pemerintah memastikan seluruh hasil pemeriksaan terhadap kontak erat pasien Hantavirus di Jakarta menunjukkan hasil negatif. Meski demikian, pasien tetap menjalani isolasi selama masa inkubasi dengan pemantauan selama dua minggu sejak 8 Mei 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani, mengatakan Hantavirus bukan merupakan virus baru seperti Covid-19. Menurut dia, virus tersebut sudah lama dikenal dan rutin dipantau oleh otoritas kesehatan setiap tahun.
"Hantavirus sebetulnya virus lama, bukan virus baru seperti Covid-19. Virus ini telah lama dikenal dan rutin dipantau setiap tahun," kata Ani kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Wabah Hantavirus Mematikan, Kota “Ujung Dunia” Argentina Diselimuti Kekhawatiran
Dia menjelaskan, penularan Hantavirus umumnya terjadi dari tikus ke manusia melalui air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan. Penularan juga dapat terjadi melalui debu yang terkontaminasi dan terhirup manusia.
"Penularannya melalui tikus, baik air liur, air seni maupun kotorannya yang terkontaminasi manusia. Bisa juga dari debu yang terhirup," ujarnya.
Ani menambahkan, hanya varian Andes yang diketahui dapat menular antarmanusia berdasarkan penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, varian tersebut sejauh ini hanya ditemukan di Amerika Selatan dan belum ditemukan di Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut varian Hantavirus yang beredar di Indonesia berasal dari varian Asia dengan tingkat kematian atau case fatality rate sebesar 5 hingga 15 persen.
Angka itu lebih rendah dibanding varian Andes di Amerika Selatan yang memiliki risiko kematian hingga 50-60 persen akibat menyerang paru-paru.
Baca Juga: BRIN Jelaskan Cara Penularan dan Gejala Hantavirus
"99 persen penularan Hantavirus terjadi melalui tikus, bukan antarmanusia," kata Budi.
Kasus yang kini ditangani di Jakarta berasal dari kontak erat seorang warga negara asing yang sempat berada di kapal luar negeri. Pemerintah menegaskan Hantavirus tidak mudah menular antarmanusia.
Secara klinis, penyakit akibat Orthohantavirus ini menular melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan curut, baik melalui gigitan maupun paparan cairan tubuh seperti air liur, urin, dan feses.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







