Wabah Hantavirus Mematikan, Kota “Ujung Dunia” Argentina Diselimuti Kekhawatiran

AKURAT.CO Ushuaia yang selama ini dikenal sebagai gerbang wisata menuju Antarktika kini menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan wabah hantavirus mematikan yang menyerang penumpang kapal pesiar Atlantik.
Kota berjuluk “ujung dunia” di selatan Argentina itu mulai merasakan dampak langsung terhadap sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan yang datang ke Ushuaia terus meningkat. Banyak pelancong rela menempuh perjalanan jauh demi melihat koloni penguin Magellan dan paus bungkuk di kawasan paling selatan dunia tersebut. Namun suasana kini berubah setelah otoritas kesehatan Argentina menyelidiki kemungkinan bahwa pasangan turis asal Belanda yang meninggal dunia akibat hantavirus pada April lalu sempat terpapar virus di kota itu.
Kementerian Kesehatan Argentina menyatakan investigasi masih berlangsung dan belum ada kesimpulan final mengenai sumber penularan. Tim ilmuwan Argentina bahkan telah tiba di Ushuaia untuk menangkap dan menganalisis hewan pengerat di sejumlah lokasi yang masuk dalam rute perjalanan pasangan wisatawan tersebut.
Hantavirus sendiri merupakan penyakit langka namun berbahaya yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat. Virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga kematian.
Meski belum ada bukti kuat yang menunjukkan wabah bermula dari Ushuaia, rumor yang berkembang cepat mulai memukul citra kota wisata tersebut. Pemerintah daerah Tierra del Fuego menilai tudingan yang mengaitkan Ushuaia dengan wabah sebagai bentuk kampanye negatif yang merugikan daerah mereka.
Mantan Sekretaris Pariwisata Ushuaia, Julio Lovece, mengatakan masyarakat kini khawatir karena identitas utama kota itu selama ini dibangun sebagai destinasi alam yang bersih, murni, dan jauh dari berbagai persoalan dunia.
“Selama ini kami mempromosikan Ushuaia sebagai tempat yang jauh dari perang, konflik, hingga masalah kesehatan. Daya tarik kami adalah lanskap alam yang bersih dan citra romantis sebagai ujung dunia,” ujarnya.
Kondisi musim dingin yang mulai tiba juga membuat suasana kota semakin sepi. Jalanan licin akibat salju hanya dipenuhi segelintir wisatawan asal Brasil yang mengenakan jaket tebal sambil menikmati panorama khas Patagonia.
Kekhawatiran terbesar warga kini bukan hanya soal wabah, tetapi juga potensi turunnya jumlah wisatawan internasional yang selama ini menjadi sumber utama penghasilan hotel, restoran, operator kapal pesiar, hingga pemandu wisata di Ushuaia.
Jika isu wabah terus berkembang tanpa kejelasan, kota yang selama ini menjadi simbol petualangan menuju Antarktika itu dikhawatirkan akan kehilangan daya tariknya di mata wisatawan dunia.
Sumber: Washingtonpost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat






