Evakuasi Darurat Kapal Pesiar MV Hondius: Penumpang AS Positif Hantavirus, Penumpang Prancis Alami Gejala di Pesawat

AKURAT.CO Evakuasi besar-besaran penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dilanda wabah hantavirus terus berlangsung dramatis di Kepulauan Canary, Spanyol. Seorang warga Amerika Serikat dilaporkan positif terinfeksi hantavirus, sementara satu penumpang asal Prancis mengalami gejala saat penerbangan pulang pada Minggu (10/5).
Kasus ini memicu perhatian internasional setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia sejak wabah bermula di kapal ekspedisi tersebut.
Penumpang dievakuasi setelah MV Hondius bersandar di Tenerife, pulau terbesar di Kepulauan Canary. Pemerintah Spanyol bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan operator kapal Oceanwide Expeditions langsung menjalankan operasi pemulangan darurat terhadap lebih dari 140 penumpang dan awak kapal dari lebih 20 negara.
Otoritas kesehatan Amerika Serikat menyebut satu dari 17 penumpang AS dinyatakan positif hantavirus, namun belum menunjukkan gejala. Penumpang tersebut langsung dibawa ke fasilitas isolasi khusus di University of Nebraska setibanya di Omaha pada Senin pagi waktu setempat.
Juru bicara Nebraska Medical Center, Kayla Thomas, mengatakan pasien positif akan ditempatkan di unit biokontainmen, sementara penumpang lain menjalani pemeriksaan dan pemantauan ketat terkait potensi penularan.
Di sisi lain, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengungkapkan satu dari lima penumpang Prancis mulai menunjukkan gejala selama penerbangan evakuasi menuju Paris. Seluruh penumpang dalam rombongan itu langsung diisolasi dan dijadwalkan menjalani tes medis.
Video yang beredar menunjukkan suasana evakuasi yang mencekam. Penumpang turun dari kapal dengan pengawalan petugas berbaju hazmat lengkap, masker respirator, dan perlengkapan pelindung biologis. Beberapa penumpang bahkan terlihat disemprot disinfektan sebelum naik ke pesawat evakuasi.
Meski demikian, WHO menegaskan risiko wabah terhadap masyarakat umum masih rendah. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta publik tidak panik.
“Ini bukan Covid baru. Risiko terhadap publik sangat rendah,” ujar Tedros.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen








