Komisi A DPRD Jakarta Dorong Terobosan Baru Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda

AKURAT.CO Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jakarta meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menghadirkan terobosan baru untuk meningkatkan partisipasi politik generasi muda.
Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jakarta, Nasdiyanto, menilai kalangan milenial dan generasi Z perlu mendapat pendekatan yang lebih relevan melalui program pendidikan politik.
Menurutnya, perubahan komposisi pemilih harus direspons dengan strategi baru. Sebab, generasi muda memiliki pola pikir, gaya komunikasi, serta cara menerima informasi yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: Sipil dan Militer Harus Bersinergi Jaga Pertahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global
"Ada terobosan-terobosan ya Pak, untuk mereka menggait partisipasi mereka di dalam nanti demokrasi," kata Nasdiyanto, dalam rapat kerja Komisi A DPRD bersama Kesbangpol di Gedung DPRD Provinsi Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Dia menilai pendekatan konvensional tidak lagi efektif. Karena itu, Kesbangpol diminta menghadirkan program yang tidak sekadar seremonial, tetapi mampu menjawab kebutuhan dan cara pandang anak muda saat ini.
Dia menegaskan pentingnya edukasi politik yang dikemas secara kreatif, komunikatif, dan mudah dipahami. Dengan begitu, generasi muda dapat melihat politik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sesuatu yang jauh.
"Program-program apa yang perlu menggenjot nih, atau menyadarkan, atau memberikan edukasi politik kepada mereka," ujarnya.
Dia berharap, langkah inovatif dapat meningkatkan partisipasi pemilih muda pada pemilu mendatang sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di Jakarta.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kesbangpol Jakarta, Muhamad Matsani, menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya pendidikan politik secara masif, terutama setelah melihat penurunan partisipasi pada kontestasi sebelumnya.
Baca Juga: Pakar UI: Respons Gibran ke Jusuf Kalla Tunjukkan Kedewasaan Berpolitik
Menurutnya, pendidikan politik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga partai politik dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Selain itu, Kesbangpol tengah menyiapkan pendekatan berbasis digital untuk menjangkau pemilih muda yang lebih akrab dengan teknologi dan media sosial. Program tersebut akan dijalankan bersama Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu.
"Kita akan lakukan itu secara masif," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 8Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







