Herman Deru Dorong Percepatan Pelabuhan Samudra Tanjung Carat, Sumsel Bersiap Jadi Gerbang Ekonomi Dunia

AKURAT.CO Masa depan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan memasuki babak baru.
Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, menerima kunjungan strategis Direktur Utama PT Pelindo, Achmad Muchtasyar, di Griya Agung, Palembang, pada Sabtu (7/3/2026) pagi.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mempercepat realisasi Pelabuhan Samudra Tanjung Carat, yang diproyeksikan menjadi solusi atas berbagai hambatan logistik yang selama ini membatasi optimalisasi potensi sumber daya alam di Bumi Sriwijaya.
Dalam audiensi tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa Sumatera Selatan merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya alam, namun pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan infrastruktur pelabuhan.
"Kita memiliki sekitar 1,4 juta hektare kebun karet dan sekitar 280 ribu hektare lahan kopi yang menjadikan Sumsel sebagai produsen kopi terbesar ketiga di dunia. Namun sayangnya, komoditas ini sering kali harus diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain," ujarnya.
Herman Deru menjelaskan, keberadaan Pelabuhan Samudra Tanjung Carat sangat mendesak, mengingat Pelabuhan Boom Baru saat ini berada di tengah kota dan menghadapi kepadatan lalu lintas yang tinggi. Selain itu, ketergantungan pada pelabuhan sungai juga menyebabkan biaya transportasi, terutama untuk komoditas batu bara, menjadi relatif mahal.
"Di bawah kepemimpinan nasional yang baru, kita mendorong agar proyek ini kembali masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Tanpa pelabuhan samudra, Sumsel ibarat kendaraan yang kekurangan oktan. Kita membutuhkan mitra kuat seperti Pelindo untuk mewujudkan legacy pembangunan ini," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Dirut PT Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa secara historis Sumatera Selatan merupakan wilayah bahari yang kuat sejak masa Kerajaan Sriwijaya.
Namun kondisi alam berupa sedimentasi Sungai Musi serta perkembangan tata kota membuat pelabuhan yang ada saat ini tidak lagi memadai untuk skala perdagangan internasional.
"Kami memiliki pandangan yang sama. Sumsel membutuhkan pelabuhan yang lebih mumpuni. Kabar baiknya, pada 9 Maret nanti kita akan melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA). Ini menjadi tonggak penting untuk melangkah lebih maju dalam konsorsium pengembangan Tanjung Carat," jelasnya.
Baca Juga: Safari Ramadhan di Banyuasin, Herman Deru Serahkan Santunan dan Soroti Infrastruktur hingga ODOL
Achmad juga menyoroti posisi strategis Tanjung Carat yang tidak hanya akan berfungsi sebagai pelabuhan komoditas industri dan pangan, tetapi juga sebagai pelabuhan energi. Keberadaannya diproyeksikan mampu menjadi solusi terhadap potensi kelangkaan BBM dan LPG di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), meliputi Sumsel, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
Pelindo turut mengajak BUMN maupun perusahaan swasta di Sumsel, seperti Bomba Group dan perusahaan lainnya, untuk menjadi anchor buyer sekaligus mitra strategis dalam pengembangan pelabuhan tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu menekan biaya logistik secara signifikan.
"Jika ekosistem ini terbentuk, didukung konektivitas kereta api serta infrastruktur jalan dari Kementerian PUPR, maka operasional pelabuhan akan jauh lebih efisien. Kami juga akan segera melakukan roadshow untuk menjaring investor dan mitra, baik dari dalam maupun luar negeri," katanya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah daerah, kementerian dan BUMN dapat segera terwujud, sehingga pengembangan Pelabuhan Samudra Tanjung Carat mampu menjadi pengungkit utama transformasi ekonomi Sumsel ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







