Kapolri Apresiasi Kebijakan KDM Larang Siswa Naik Motor ke Sekolah

AKURAT.CO Kapolri Jenderal, Listyo Sigit Prabowo, memberikan apresiasi terhadap program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait kewajiban siswa baru menandatangani surat pernyataan bermaterai yang berisi komitmen untuk mematuhi aturan kedisiplinan.
Salah satu aturan kedisiplinan itu yakni larangan bagi siswa membawa motor ke sekolah.
Listyo mengatakan, Gubernur Jawa Barat sudah memberikan contoh dengan melarang anak-anak sekolah yang belum waktunya naik motor.
"Gubernur sudah ngasih contoh melarang anak-anak naik motor. Itu merupakan bagian beliau membantu kita," kata Kapolri, dalam acara Safari Ramadhan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Dan Peresmian Rutilahu Jajaran Polda Jawa Barat" di Lapangan Apel Mapolda Jabar, Rabu (4/3/2026).
Sebelumnya di tempat yang sama, KDM sapaan Dedi Mulyadi mengatakan bahwa penerapan aturan kedisiplinan, mulai dari larangan membawa motor yang sekolahnya masih tejangkau dengan kendaraan, knalpot brong, minuman keras hingga larangan merokok, bertujuan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa sejak awal masuk sekolah.
Siswa diminta menandatangani pernyataan bermaterai yang berisi komitmen untuk mematuhi aturan tersebut.
Baca Juga: Terdampak Konflik AS-Israel-Iran, Nasib MotoGP Qatar April Nanti di Ujung Tanduk
"Surat pernyataan tersebut juga wajib ditandatangani oleh orang tua. Jika siswa terbukti melanggar poin-poin dalam surat tersebut, maka mereka harus siap meninggalkan sekolah," tegasnya.
Menurut KDM, pendidikan tidak boleh hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga harus menyentuh perilaku siswa, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari mereka di luar jam sekolah.
"Pendidikan itu untuk membentuk karakter. Apabila ada siswa seperti ini, kami mencabut subsidi dan mereka harus keluar dari sekolahnya," ucap KDM.
Selain untuk mengubah perilaku siswa, aturan kedisiplinan tersebut juga bertujuan untuk mengatasi kesemrawutan lalu lintas yang sering kali melibatkan pelajar.
KDM menambahkan bahwa daerah yang beradab bisa dilihat dari bagaimana ketertiban lalu lintasnya terjaga. Pelanggaran hanya akan menciptakan ketidakteraturan yang bisa menjadi kriminalitas.
"Saat ini banyak mereka yang menggunakan sepeda motor tidak pakai helm, knalpot brong, plat nomornya ngaco, semua itu mereka nilai itu tidak ada masalah," ujarnya.
KDM mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk menjadikan daerahnya lebih beradab, salah satunya dengan mentaati aturan lalu lintas.
"Kalau lalu lintasnya tertib, maka daerah itu adalah daerah beradab," pungkas KDM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









