Rawan Bencana Ekologis, Pembangunan Hotel di Dekat Situ Cibinong Diprotes Warga

AKURAT.CO Proyek pembangunan kawasan Hotel Aston & Harper Cibinong yang dikelola PT Grand Wahid Pratama (GWP) menuai protes keras dari warga sekitar.
Yoseph Aryo Adhi Dharmo, warga setempat yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat, menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait dampak sosial dan potensi bencana ekologis yang bisa dipicu oleh proyek tersebut.
Sebagai warga yang tinggal tepat di area terdampak, Adhi Dharmo yang juga Wakil Sekjen PDI Perjuangan, mempertanyakan proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek tersebut.
Menurutnya, pengembang tidak memberikan solusi konkret terkait akses bagi warga dan anak-anak sekolah yang terhimpit oleh aktivitas proyek.
"Saya sebagai warga di sini mempertanyakan Amdal pihak developer, khususnya mengenai dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Proyek ini tidak memberikan akses yang layak untuk anak-anak sekolah dan warga sekitar proyek," kata Adhi Dharmo, dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Selain masalah akses, dia menyoroti risiko keselamatan yang jauh lebih besar. Lokasi pembangunan hotel berada di dekat Situ Cibinong, di mana posisi air danau lebih tinggi daripada lahan pembangunan serta pemukiman warga.
Baca Juga: Bank Raya Dukung Digitalisasi UMKM di Cibinong Lewat CSR dan Raya App
Dia khawatir pembangunan masif tanpa memperhitungkan daya dukung tanah untuk serapan air akan menyebabkan bencana fatal.
Adhi Dharmo bahkan mengingatkan kembali tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung tahun 2009 yang menelan banyak korban jiwa sebagai peringatan keras bagi Pemerintah Kabupaten Bogor.
"Daerah ini merupakan resapan air dari Situ Cibinong yang posisinya lebih tinggi dari lahan pembangunan. Terlebih, posisi Sekolah Mardi Waluya berada di dataran rendah sehingga sangat rentan terdampak jika pembangunan dilakukan tanpa memperhitungkan daya dukung tanah untuk menyerap air dari danau," jelasnya.
Kekhawatiran Adhi Dharmo bukan tanpa alasan. Konstruksi beton yang masif di area resapan air dikhawatirkan akan memutus aliran alami air, yang pada gilirannya dapat memberikan tekanan berlebih pada tanggul Situ Cibinong.
Atas dasar pertimbangan keselamatan nyawa manusia dan kelangsungan pendidikan di SMA serta TK Mardi Waluya, dia mendesak otoritas terkait untuk segera bertindak. Khususnya yang membidangi lingkungan hidup.
"Bupati Bogor harus meninjau ulang pemberian izin Amdal pembangunan tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pungkas Adhi Dharmo.
Baca Juga: DPR Beri Atensi pada Kasus Perundungan SMP Mardi Waluya Cibinong
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








