Akurat

Komisi VI DPR Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo dalam Pemulihan Bencana Sumatera

Paskalis Rubedanto | 10 Desember 2025, 23:35 WIB
Komisi VI DPR Apresiasi Respons Cepat Presiden Prabowo dalam Pemulihan Bencana Sumatera

AKURAT.CO Komisi VI DPR RI menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai sigap dan terukur dalam menangani bencana di wilayah Sumatera, khususnya terkait pemulihan infrastruktur dasar.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, mengatakan bahwa instruksi Presiden untuk memprioritaskan perbaikan akses jalan, jaringan listrik, dan sistem telekomunikasi merupakan langkah vital agar wilayah terdampak tidak kembali terisolasi dan layanan publik bisa segera berfungsi.

“Kecepatan dalam penanganan menjadi kunci untuk menyelamatkan dan meringankan beban masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).

Nurdin juga menyoroti kebijakan pemerintah dalam memastikan bantuan logistik tersalurkan dengan cepat, mulai dari makanan, obat-obatan, hingga tenda pengungsian.

Selain itu, ia memberikan pujian khusus atas keputusan Presiden Prabowo yang menghapus utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani terdampak.

“Penghapusan utang KUR adalah kebijakan yang sangat berpihak kepada rakyat. Ini memberi nafas baru bagi petani dan pelaku usaha mikro untuk bangkit tanpa beban utang yang mustahil mereka bayar saat kehilangan segalanya,” ujarnya.

Proses pemulihan infrastruktur dilakukan secara terpadu. Kementerian PUPR memimpin perbaikan jalan dan jembatan yang terputus, didukung BUMN karya seperti Hutama Karya dan Waskita Karya.

Baca Juga: Pastikan Kelancaran Distribusi, Mensesneg Tinjau Posko Bantuan Bencana di Lanud Halim

Sementara itu, Kementerian ESDMdan PLN mengerahkan tim pemulihan kelistrikan, dan BUMN telekomunikasi bekerja mengembalikan jangkauan sinyal.

Upaya tersebut diperkuat dengan pemantauan ketat dari pusat, termasuk permintaan laporan rinci dari BNPB mengenai kebutuhan rehabilitasi jangka panjang.

“Komitmen ini menunjukkan bahwa Pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada pemulihan jangka panjang yang terstruktur,” kata Nurdin.

Nurdin Halid menilai, laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai pemulihan listrik di Aceh yang mencapai 93 persen pada Minggu malam (7/12/2025) sebagai bukti kerja keras tim di lapangan.

Menurutnya, laporan tersebut menunjukkan optimisme dan dedikasi, meskipun kondisi di lapangan sering kali sangat dinamis dan sulit diprediksi.

Namun demikian, Komisi VI tetap menekankan pentingnya transparansi.

Nurdin mencatat adanya pengoreksian data oleh PLN pada Selasa (9/12/2025), yang menyatakan bahwa masih banyak warga yang listriknya belum menyala akibat kerusakan masif.

“Kami menghargai kerja keras PLN dan Menteri ESDM, tetapi kami meminta agar kompensasi bagi warga yang terdampak pemadaman berkepanjangan segera direalisasikan. Percepatan pembangunan tower darurat dan jaringan tegangan rendah juga harus dipastikan agar target pemulihan 100 persen benar-benar tercapai,” tegasnya.

Baca Juga: 4 Momen Menakjubkan dari Episode-Episode Terakhir Drakor Dear X

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.