Mencuat Dugaan Oknum Aparat Terlibat Blokade Truk Batubara di Way Kanan

AKURAT.CO Arus distribusi batubara di jalur lintas Way Kanan kembali tersendat. Senin (29/9), puluhan warga Kampung Ramsai, Kecamatan Way Tuba, menghadang sejumlah truk pengangkut batubara dan memaksa sopir untuk putar balik.
Aksi itu bukan hanya menimbulkan kemacetan panjang, tetapi juga kerugian bagi pengguna jalan lain. Di balik aksi massa, mencuat dugaan adanya bekingan dari oknum aparat TNI.
Informasi yang beredar menyebutkan, dalam pertemuan terakhir bersama warga, hadir tiga perwira TNI: Kapt. A, Lettu V, serta seorang perwira lain yang belum teridentifikasi.
Kehadiran mereka di forum warga memicu spekulasi soal keterlibatan militer dalam gerakan penghadangan.
Kepala Kampung Ramsai, Hendri, saat dimintai keterangan mengaku tidak tahu-menahu soal aksi tersebut. “Saya sedang sakit, jadi tidak tahu ada aksi itu,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/10).
Hingga kini, baik TNI maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan anggotanya. Ketiadaan sikap tegas membuat isu ini semakin memanas di ruang publik.
Blokade truk batubara sendiri bukan hal baru di Way Kanan. Selama ini, protes warga kerap dipicu kerusakan jalan, polusi debu, hingga keresahan akibat konvoi truk yang melintas saban hari.
Namun, dugaan campur tangan aparat membuat kasus kali ini mendapat sorotan lebih besar dan menimbulkan tanda tanya publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









