Gubernur Herman Deru Sambut Kunker Komisi II DPR, Dorong Percepatan Digitalisasi Layanan Publik

AKURAT.CO Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menegaskan bahwa kunjungan kerja (Kunker) Komisi II DPR RI ke Palembang menjadi peluang emas untuk memperkuat pelayanan publik berbasis digital.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima rombongan Komisi II DPR di Auditorium Graha Bina Praja, Palembang, Rabu (15/9/2025).
Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, perwakilan pemerintah kabupaten/kota Se-Sumsel, para kepala OPD serta jajaran Forkopimda Sumsel. Pertemuan berlangsung hangat dengan suasana penuh interaksi.
Baca Juga: Gubernur Herman Deru Paparkan Potensi Sumsel di Hadapan Komite I DPD RI
Herman Deru mengucapkan selamat datang dan apresiasi kepada Komisi II DPR RI. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan hanya ajang silaturahmi, melainkan momentum penting menyampaikan aspirasi daerah secara langsung ke pusat.
"Ini kesempatan emas bagi kita untuk menyampaikan masukan, kendala, sekaligus mencari solusi bersama. Kehadiran Komisi II DPR RI menjadi jembatan yang menghubungkan suara daerah dengan kebijakan pusat," ujarnya.
Herman Deru menjelaskan, Sumsel merupakan provinsi dengan wilayah luas dan memiliki hubungan erat antara pemerintah kabupaten/kota dengan provinsi. Hal ini menuntut adanya sistem pelayanan publik yang modern, cepat dan terintegrasi.
Baca Juga: BPS Apresiasi Stabilitas Ekonomi Sumsel, Gubernur Herman Deru Dorong Pemutakhiran Data
Dia juga menyinggung tentang Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang baru diperbarui. Meski nilainya masih terbatas, TKD dinilai mampu mempercepat pembangunan dan memperbaiki layanan masyarakat jika dimanfaatkan secara tepat.
"Melalui forum ini, saya berharap kepala OPD, Forkopimda, hingga pemerintah kabupaten/kota dapat memanfaatkan momentum untuk menyampaikan hal-hal prioritas kepada Komisi II," tambahnya.
Ketua Tim Kunker Komisi II DPR, Giri Ramanda, menekankan pentingnya transformasi digital dalam pelayanan publik. Menurutnya, pemerintah daerah harus menyiapkan sistem layanan yang terintegrasi agar masyarakat bisa mendapatkan kemudahan.
Baca Juga: Herman Deru Raih Penghargaan Pelopor Percepatan Meritokrasi dari BKN RI
"Setiap daerah wajib memiliki Mal Pelayanan Publik, baik fisik maupun digital. Ini bukan sekadar program tapi kebutuhan masyarakat di era digital. Kami ingin mendengar langsung kesiapan daerah, termasuk di Sumsel," kata Giri.
Sementara, Wagub Sumsel, H. Cik Ujang, menekankan pentingnya keterhubungan perizinan antara kabupaten, kota dan provinsi. Menurutnya, sistem yang terintegrasi akan memangkas birokrasi dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau sistem perizinan terkoneksi, pelayanan jadi lebih cepat dan transparan. Ini juga memberi kemudahan bagi investor untuk menanamkan modal di Sumsel," ujarnya.
Baca Juga: PBSI Sumsel Cup 2025 Resmi Dibuka, Herman Deru Tekankan Sportivitas di Lapangan
Cik Ujang menambahkan, pelayanan publik di Sumsel terus berbenah seiring dengan digitalisasi. Namun, ia juga mengingatkan agar regulasi pusat lebih memperhatikan kondisi masyarakat, terutama di desa.
"Penggunaan barcode untuk BBM, misalnya, bisa jadi masalah bagi masyarakat desa yang tidak memiliki smartphone. Aturan seperti ini perlu ditinjau ulang agar tidak membebani rakyat," jelasnya.
Pertemuan ditutup dengan diskusi terbuka. Komisi II DPR berkomitmen membawa seluruh masukan dari Sumsel untuk dibahas bersama kementerian terkait di Jakarta.
Baca Juga: Ombudsman RI Nilai Sumsel Responsif, Gubernur Herman Deru Dorong Akuntabilitas Layanan Publik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









