Akurat

Cuaca Buruk Bali 2025: Fakta-fakta Fenomena Gelombang Ekuatorial Rossby

Kosim Rahman | 10 September 2025, 16:45 WIB
Cuaca Buruk Bali 2025: Fakta-fakta Fenomena Gelombang Ekuatorial Rossby

AKURAT.CO Cuaca buruk Bali 2025 kembali jadi sorotan setelah hujan deras memicu banjir besar di sejumlah titik.

Fenomena ini disebut dipicu oleh gelombang ekuatorial Rossby yang memperkuat pertumbuhan awan hujan.

Dampak Cuaca Buruk di Bali

Hujan deras sejak Selasa (9/9/2025) membuat Bali lumpuh di berbagai wilayah. Sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, rumah warga terendam banjir, dan ribuan orang terpaksa mengungsi.

Baca Juga: Cuaca Buruk Paksa Greta Thunberg dan Armada Gaza Kembali ke Spanyol

Di Kabupaten Jembrana, air bah menerjang permukiman serta fasilitas umum. Sementara itu, Kota Denpasar sudah dikepung banjir sejak Rabu (10/9/2025) pagi, memaksa sekolah dan kantor pemerintahan tutup.

Di sepanjang Tukad Badung, sebuah bangunan toko ambruk hingga menyebabkan tiga orang hanyut.

Di kawasan Monang Maning, banjir tinggi membuat pengendara berhenti karena khawatir mesin kendaraan mati. Sedangkan di Sanur, jalanan berubah bak sungai akibat derasnya aliran air.

Gelombang Ekuatorial Rossby Jadi Penyebab

Dikutip dari berbagai sumber, termasuk penjelasan BMKG, penyebab cuaca buruk Bali 2025 adalah aktifnya gelombang ekuatorial Rossby.

Ketua Kelompok Kerja Operasional Meteorologi BBMKG Wilayah III Denpasar, Wayan Musteana, menjelaskan fenomena atmosfer ini meningkatkan pertumbuhan awan konvektif pemicu hujan lebat.

Kondisi tersebut diperparah dengan kelembaban udara tinggi dari lapisan permukaan hingga 500 milibar.

Baca Juga: Pramono Akui Lakukan Rekayasa Cuaca Selama 4 Hari demi Kelancaran Upacara Kemerdekaan

Gelombang Rossby sendiri merupakan gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sekitar ekuator.

Ketika aktif, fenomena ini mampu memicu pembentukan awan hujan intensif. Menurut prakiraan, cuaca ekstrem di Bali masih akan berlangsung setidaknya hingga satu hari ke depan sebelum tren curah hujan berangsur menurun.

Bali Masuki Masa Peralihan Musim

BMKG juga menyebut bahwa Bali saat ini memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Pergantian musim ini biasanya ditandai dengan cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, hingga petir.

Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai, daerah rendah, atau lokasi rawan longsor.

Imbauan Kewaspadaan dari BMKG

BBMKG Denpasar meminta masyarakat selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga juga disarankan untuk rutin memperbarui informasi cuaca melalui situs resmi BBMKG, media sosial @bmkgbali, atau aplikasi @infoBMKG.

Baca Juga: Kenali Lebih Dekat Fenomena Cuaca Panas yang Sering Terjadi

Jika terjadi tanda-tanda bahaya, seperti meluapnya sungai atau air yang makin tinggi, warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri demi keselamatan.

Itulah gambaran cuaca buruk Bali 2025 akibat gelombang ekuatorial Rossby yang menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat menghadapi bencana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.