Akurat

Unity in Diversity: Bandara I Gusti Ngurah Rai Rayakan Tiga Hari Raya Keagamaan dengan Sentuhan Budaya Bali

Oktaviani | 23 April 2025, 17:10 WIB
Unity in Diversity: Bandara I Gusti Ngurah Rai Rayakan Tiga Hari Raya Keagamaan dengan Sentuhan Budaya Bali

AKURAT.CO Dalam semangat kebhinekaan, Bandara I Gusti Ngurah Rai memperingati tiga hari raya keagamaan yang jatuh berdekatan: Paskah, Galungan, dan Kuningan.

Seluruh rangkaian perayaan dikemas dalam nuansa budaya Bali yang kental, menghadirkan pengalaman berkesan bagi penumpang dan pengunjung bandara.

Mulai pertengahan April, bandara dihiasi dengan instalasi tematik, termasuk telur Paskah raksasa berhias ukiran Bali, bunga teratai, penjor, serta gebogan.

Di Terminal Kedatangan Domestik, instalasi setinggi 12 meter menampilkan makna mendalam tentang kemenangan dharma melawan adharma serta pentingnya keseimbangan dan harmoni semesta.

Berbagai pertunjukan budaya juga turut memeriahkan suasana. Pada Jumat (18/4/2025), paduan suara berbusana adat Bali membawakan lagu-lagu rohani.

Sementara itu, Selasa (22/4/2025), parade gebogan dan tari-tarian tradisional Bali tampil di terminal domestik dan internasional. Rangkaian perayaan akan ditutup dengan pertunjukan tradisi Ngelawang pada 4 Mei 2025.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menegaskan komitmen bandara untuk selalu hadir di setiap momen penting pengguna jasa.

"Perayaan ini adalah bagian dari program customer-oriented yang tetap mengangkat kearifan lokal. Bandara adalah gerbang utama Indonesia, dan kami ingin meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang datang atau pergi," ujar Syaugi, Rabu (23/4/2025).

Baca Juga: LIQUID8 Luncurkan BULKY ID, Inovasi Recommerce untuk UMKM Lewat Aplikasi Digital

Mengangkat tema Unity in Diversity, Bandara ingin menunjukkan bahwa keberagaman agama dan budaya di Indonesia dapat disatukan dalam satu harmoni—dengan Bali sebagai wujud nyata dari nilai tersebut.

Menariknya, seluruh instalasi dekorasi dibuat dari bahan alami seperti anyaman bambu dan daun lontar, sejalan dengan komitmen bandara sebagai Eco Airport dan upaya mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali.

"Kami hindari penggunaan plastik dan bahan tak ramah lingkungan. Semua material dipilih agar bisa didaur ulang namun tetap tahan lama selama masa pemasangan tiga minggu ke depan," tutup Syaugi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.