Maximus-Peggi Bongkar Dugaan Kecurangan Pilkada Mimika, Soroti Partisipasi Pemilih Lebih dari 100 Persen

AKURAT.CO Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika Nomor Urut 2, Maximus Tipagau dan Peggi Patrisia Pattipi, membeberkan sejumlah kejanggalan dalam Pilkada Mimika 2024.
Dalam sidang pendahuluan di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (14/1/2025), kuasa hukum mereka, Wakil Kamal, menuding bahwa kemenangan pasangan Johannes Rettob-Emanuel Kemong (Paslon nomor urut 1) sarat dengan kecurangan yang melibatkan tingkat partisipasi pemilih yang mencurigakan.
Menurut Kamal, dari 18 distrik di Mimika, 11 distrik mencatat partisipasi pemilih melebihi 100 persen. Bahkan, di beberapa distrik, surat suara cadangan juga digunakan seluruhnya hingga melebihi batas 2,5 persen.
"Seluruh jumlah surat suara telah dicoblos, termasuk surat suara cadangan tambahan yang seharusnya tidak ada. Ini bukan hal yang masuk akal," tegas Kamal.
Baca Juga: DPD RI Tepis Isu Retreat Kepala Daerah Terpilih Buang-buang Anggaran
Pemohon menilai fenomena ini tak mungkin terjadi mengingat dalam pemungutan suara wajar, beberapa pemilih pasti tidak hadir karena alasan seperti sakit, bekerja di luar daerah, atau meninggal dunia.
Kamal menyebut, di TPS 6 Kampung Harapan, Distrik Kwamki Narama, anggota KPPS mencoblos semua surat suara tanpa melibatkan pemilih yang sah.
Hal serupa terjadi di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, dengan kegiatan pencoblosan di luar TPS oleh pihak yang tidak berhak.
Kuasa hukum lainnya, Siti Fatonah Nur Hidayah, menuntut MK membatalkan Keputusan KPU Kabupaten Mimika Nomor 61 Tahun 2024 yang menetapkan kemenangan Paslon nomor urut 1.
Ia juga meminta MK mendiskualifikasi Johannes Rettob-Emanuel Kemong dan memerintahkan pemungutan suara ulang (PSU) di seluruh TPS, dengan hanya diikuti oleh Paslon nomor urut 2 dan Paslon nomor urut 3, Alexander Omaleng-Yusuf Rombe.
Selain itu, pemohon mendesak pergantian jajaran KPU dan Bawaslu Kabupaten Mimika serta supervisi langsung dari KPU dan Bawaslu Provinsi Papua Tengah.
Baca Juga: Ketua DPD RI: Retreat Kepala Daerah Terpilih Bagus untuk Lancarkan Program Pemerintah Pusat
"Keadilan harus ditegakkan. Kami meminta pemilu ulang yang jujur dan adil demi menjaga integritas demokrasi," pungkas Siti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







