Gunung Rokatenda Naik Status Waspada, Ini Rekomendasi Badan Geologi

AKURAT.CO Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, baru-baru ini meningkatkan status Gunung Rokatenda di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari level I (normal) menjadi level II (waspada) pada Minggu (10/11/2024) pukul 21.00 WITA.
Peningkatan status Gunung Rokatenda didasarkan pada surat dengan Nomor B-294/GL.03/BGL/2024, tertanggal 10 November 2024, yang berisi pemberitahuan penting mengenai perubahan status aktivitas gunung tersebut.
Baca Juga: Enam Gunung Berapi di Indonesia Berstatus Siaga dan Awas, dalam Pengawasan Penuh Pemerintah
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa selama pengamatan visual pada Agustus 2024, tidak terdeteksi adanya asap yang keluar dari kawah.
Selain itu, pemantauan seismik mencatat adanya peningkatan aktivitas gempa vulkanik dangkal antara 1 hingga 8 November 2024.
Masyarakat setempat juga melaporkan bahwa baru-baru ini tercium bau belerang yang cukup kuat yang berlangsung pada Sabtu (9/11/2024) dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA.
“Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental pada periode ini serta potensi ancaman bahayanya, maka tingkat aktivitas Gunung Rokatenda dinaikan dari Level I (Normal) menjadi Level Il (Waspada) pada Tanggal 10 November 2024 pukul 21.00 Wita,” terang Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid AN dikutip pada Senin (11/11/2024).
Rekomendasi Badan Geologi
Badan Geologi mengeluarkan beberapa rekomendasi penting yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
"Masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar," jelas Muhammad Wafid.
1. Pemantauan Aktivitas
Masyarakat dan pemerintah daerah dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Rokatenda melalui aplikasi MAGMA Indonesia di Google Playstore atau situs web resmi seperti [magma.esdm.go.id](https://magma.esdm.go.id), [vsi.esdm.go.id](https://vsi.esdm.go.id), [geologi.esdm.go.id](https://geologi.esdm.go.id), serta media sosial PVMBG (Facebook, Instagram, dan Twitter).
2. Koordinasi dan Informasi
Informasi terkait aktivitas Gunung Rokatenda dapat diperoleh melalui Pos PGA Rokatenda di Kaliwumbu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung, bekerja sama dengan BPBD Provinsi dan Kabupaten.
3. Waspada Banjir Lahar
Hindari kegiatan di lembah atau sungai yang berhulu di sekitar puncak atau kubah lava baru untuk mengurangi risiko terpapar banjir lahar akibat hujan.
4. Patuh pada Rekomendasi Resmi
Masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan dari Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta mengabaikan informasi yang tidak akurat atau tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas gunung. Ikuti instruksi dari instansi berwenang yang akan berkoordinasi dengan BNPB, BMKG, K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.
5. Pembatasan Aktivitas
Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan kegiatan di dalam kawasan dengan radius 2 kilometer dari puncak atau pusat aktivitas Gunung Rokatenda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja






