Akurat

Yayasan Matauli Berikan Beasiswa untuk 25 Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Agama Islam Barus

Arief Rachman | 12 September 2024, 13:48 WIB
Yayasan Matauli Berikan Beasiswa untuk 25 Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Agama Islam Barus

AKURAT.CO Yayasan Maju Tapian Nauli (Matauli) yang didirikan oleh Akbar Tandjung dan almarhum Jenderal TNI (Purn), Feisal Tanjung, kembali memberikan beasiswa penuh kepada 25 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Barus (STAIB).

Dengan beasiswa tersebut, 25 mahasiswa baru STAIB akan mendapatkan pendidikan gratis serta tinggal di asrama mahasiswa yang sudah disiapkan oleh Yayasan Matauli sampai mereka lulus.

Penyerahan beasiswa ditandai dengan penandatangan kontrak beasiswa oleh mahasiswa dan orang tuanya di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Barus (STAIB) pada Senin (9/9/2024).

Baca Juga: Menlu Retno Marsudi Yakin Penggantinya Bisa Lebih Baik, Siapkan Transisi untuk Menteri Baru

Ketua Umum Yayasan Matauli, Fitri Krisnawati Tandjung, mengaku bersyukur pihaknya kembali dapat memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa baru STAIB.

"Dengan demikian, Yayasan Matauli telah memberikan beasiswa kepada seluruh mahasiswa STAIB hingga mereka lulus mulai dari angkatan pertama hingga ketiga ini dengan total seluruhnya 71 mahasiswa," ujar Fitri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/9/2024).

"Angkatan pertama STAIB ada 23 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa, angkatan kedua juga 23 mahasiswa dan angkatan ketiga ini sebanyak 25 mahasiswa," lanjutnya.

Putri pertama Akbar Tandjung tersebut mengatakan, dengan beasiswa penuh yang diberikan oleh Yayasan Matauli, maka mahasiswa bisa fokus belajar dan mengembangkan diri tanpa perlu memikirkan persoalan biaya dan tempat tinggal.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo: Erik Ten Hag Harus Mendengar Ruud Van Nistelrooy, Mungkin Itu Membantu

"Beasiswa ini tidak hanya menanggung uang kuliah, tapi juga tempat tinggal berupa asrama serta biaya makan selama kuliah," terang Fitri.

"Tugas mereka cuma satu. Semangat belajar dan meningkatkan kualitas yang nanti bisa bermanfaat dan memberikan berkah untuk orang banyak," terang Fitri.

Fitri mengatakan, STAIB merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Matauli selain SMAN 1 Matauli Pandan dan Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli (STPKM).

STAIB resmi berdiri sejak tahun 2022 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 1114 Tahun 2022 dengan dua Program Studi yakni Sejarah Peradaban Islam (SPI) dan Studi Agama-agama (SAA).

“Memasuki tahun ketiga perjalanannya, semua mahasiswa diberikan beasiswa penuh hingga lulus oleh Ketua Pembina Yayasan Matauli Bapak Akbar Tandjung. Mereka tinggal di asrama yang disiapkan oleh Yayasan Matauli,” tegas Fitri.

Baca Juga: Sisa Masa Jabatan Tinggal Menghitung Hari, Reshuffle Kabinet Cuma Buang-buang Anggaran

Lebih lanjut, Fitri menjelaskan, pendirian STAIB diinspirasi oleh peresmian Tugu Titik nol IsIam di Nusantara oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2017.

"Saat itu, Bapak Akbar Tandjung turut mendamping Pak Jokowi meresmikan Tugu Titik Nol Masuknya Islam di Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah," tuturnya.

Penetapan Barus sebagai titik nol masuknya Islam di Nusantara, membuat Akbar Tandjung tergerak untuk membangun Sekolah Tinggi Agama Islam untuk memperkuat Barus dari sisi akademik.

Baca Juga: Menlu Retno Marsudi Pamit dalam Rapat Terakhir, Titipkan Isu Palestina ke Komisi I DPR RI

"Sehingga Pak Akbar Tanjung merasa kalau tugu ini tidak perkuat dengan individu yg punya ilmu pengetahuan maka tugu itu akan hilang. Maka diputuskan untuk mendirikan STAIB," terang Fitri.

Dirinya berharap, dengan beasiswa yang diberikan oleh Yayasan Matauli, maka mahasiswa STAIB bisa membantu mewujudkan cita-cita dan mimpi Akbar Tandjung untuk melahirkan SDM-SDM Tapanuli Tengah yang unggul dan bisa bersaing dengan pihak luar.

"Pembangunan SDM Tapanuli Tengah ini tidak hanya dibiarkan berjalan natural, tapi mesti ada intervensi dari tokoh-tokoh nasional. Salah satunya adalah dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak Tapanuli Tengah yang ingin menuntut ilmu. Itu yang sejak dulu dilakukan oleh Pak Akbar Tandjung," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.