103 WNA di Bali Ditangkap dalam Operasi Bali Becik, Diduga Lakukan Kejahatan Siber

AKURAT.CO Operasi Bali Becik yang dipimpin oleh Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian menangkap ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam kejahatan siber, pada Rabu (26/6/2024).
Ada total 103 WNA terlibat kejahatan siber yang diamankan, terdiri dari 91 pria dan 12 wanita.
"Pada pukul 17.00 Wita, kami berhasil membekuk 103 WNA yang terdiri atas 12 perempuan dan 91 laki-laki," jelas Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Safar Muhammad Godam.
Baca Juga: Profil Phoebe Adele Gates, Putri Bungsu Bill Gates yang Lulus Kuliah di Stanford Hanya dalam 3 Tahun
Para WNA yang ditangkap berasal dari Taiwan, Malaysia, dan China.
Beberapa anggota tim imigrasi melakukan operasi rahasia untuk memantau sebuah vila di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.
Pada pukul 14.00 WITA, mereka mendapat laporan adanya aktivitas warga negara asing (WNA) di lokasi tersebut.
Selama penggerebekan, mereka ditemukan bersama ribuan ponsel dari berbagai merek yang diduga digunakan untuk berbagai modus penipuan dan kejahatan siber internasional.
"Mereka diduga tidak memiliki dokumen dan penyalahgunaan izin keimigrasian, serta pada saat ini sedang didalami kemungkinan adanya kejahatan siber berdasarkan banyaknya komputer dan handphone yang didapati di lokasi kejadian," ungkap Safar.
Baca Juga: BRI Borong 11 Penghargaan Internasional Dari Finance Asia
Mereka akan menjalani pemeriksaan dan sementara waktu ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Bali.
Selain itu, Safar mencurigai bahwa WNA tersebut mungkin telah menyalahgunakan izin tinggal mereka.
Silmy Karim, Direktur Jenderal Imigrasi, menegaskan bahwa pihaknya secara berkala melakukan operasi pengawasan tidak hanya di Bali tetapi juga di seluruh kantor Imigrasi di Indonesia.
"Kejahatan yang dilakukan orang asing merupakan salah satu tindak kriminal yang sering kami temukan di lapangan. Dengan operasi pengawasan WNA seperti ini, Imigrasi juga mendukung Satgas Pemberantasan Perjudian Daring," pungkas Silmy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








