Kronologi Siswi SD Tewas Di Sekolah Jaksel, Loncat Dari Lantai 4 Gedung Sekolah

AKURAT.CO, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro memastikan kronologi tewasnya siswi SDN 06 Petukangan Utara, Pesanggarahan, Jakarta Selatan.
Diketahui, R (12), tewas karena loncat dari lantai 4 gedung sekolah, ditemukan polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Korban ini loncat dari ketinggian, di mana ketinggian ini lantai 4 dari sekolah dasar," kata Bintoro, dikutip Rabu (27/9/2023).
Polisi menemukan barang bukti berupa kursi dan rekaman CCTV yang merekam kejadian tewasnya korban.
Pernyataan polisi juga dikonfirmasi oleh paman korban, Jafar Mursahid, yang juga mengatakan bahwa R tewas karena loncat dari lantai 4 gedung sekolah.
"Ada temannya yang sudah mencegah, tapi bangku itu diambil lagi dan ditaruh di pinggir tembok. Dia naik lalu loncat," kata Jafar.
Baca Juga: Pernah Jadi Korban Bully Karena Kulit Warna Sawo Matang, Fuji : Kesel Aja
Korban tewas karena di-bully
Diketahui, korban nekat meloncat diduga karena di-bully oleh teman-temannya di sekolah. Namun belum ada kejelasan lebih lanjut soal dugaan tersebut.
Menurut Jafar, korban memang sangat menghargai privasi diri dan bisa marah jika bagian tubuhnya dipegang dengan sembarangan.
"Dia memang orangnya sangat menghargai privasi atau harga diri. Jadi kalau dipegang-pegang badannya, dia marah," tutur Jafar.
Bukan hanya oleh teman, ternyata aksi R juga sempat dilihat oleh sang guru. Bahkan korban sempat dinasihati lalu oleh gurunya dan pergi ke kamar mandi.
"Setelah itu, dia dinasihati gurunya, lalu dia masuk ke kamar mandi dan tiba-tiba jejeritan saat keluar," lanjutnya.
Tak lama, disebutkan bahwa R mengambil sebuah bangku untuk loncat dari lantai 4.
Baca Juga: Tak Terima Anaknya Di Bully, Atta Halilintar Akan Ambil Tindakan Tegas
Beda pernyataan dari Polsek Pesanggarahan
Sementara di sisi lain, Kapolsek Pesanggrahan Kompol Tedjo Asmoro sebelumnya menyebut korban terjatuh saat bermain bersama teman-temannya.
"Kronologinya, korban sedang bermain di pilar-pilar penyangga gedung. Korban kemudian terjatuh saat setelah itu," kata Tedjo.
Ia bahkan membantah kabar adanya aksi bulliying yang diterima korban. Pernyataan Tedjo setelah polisi melakukan aksi pemeriksaan kepada beberapa guru di sekolah.
"Enggak ada (bulliying) sementara ini. Kami sudah tanya-tanya, enggak ada bully-bullyan di sekolah, apalagi masih anak-anak SD. Tadi kami juga sudah tanya guru-guru semuanya," tutur Tedjo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 6Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 8Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 9Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver
- 10Presiden Prabowo Minta Perekrutan TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar








