Bimtek Kostratani di Kabupaten Bima Diikuti 30 Peserta

AKURAT.CO Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari penyuluh, Staf Lapangan dan operator kostratani yang berasal dari 8 kecamatan lokasi Program IPDMIP, mengikuti kegiatan Bimtek Kostratani yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), 11 Juni 2021.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bimtek harus diikuti dengan serius.
"Karena bimtek ini menjadi bagian dari pengembangan SDM pertanian untuk bisa mengembangakan produktivitas pertanian," tuturnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.
"Peningkatan SDM pertanian sangat dibutuhkan. Karena, SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas," jelasnya.
Dalam Bimtek Kostratani di Bima, fasilitator kegiatan terdiri dari para Penyuluh Alumni TOF Kostratani yang difasilitasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melalui Program IPDMIP.
Materi utama yang disampaikan oleh fasilitator, diantaranya tentang penguatan tugas, fungsi dan peran BPP Kostratani melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan mekanisme pelaporan utama Kementerian Pertanian di BPP Kostratani.
Kegiatan Bimtek, selain melibatkan unsur Distanbun dan DPIU IPDMIP Kabupaten Bima, juga dihadiri oleh NPIU IPDMIP, Team Leader IPDMIP Regional 7 NTB-NTT serta Konsultan IPDMIP Kabupaten Bima.
Alwi, salah seorang fasilitator, menjelaskan bahwa Kostratani merupakan pusat kegiatan pembangunan pertanian ditingkat Kecamatan dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan Nasional melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP yang berbasis IT.
“Dengan dukungan sarana IT diharapkan laporan utama Kostratani bisa terhubung dengan Agriculture War Room (AWR) sehingga Menteri Pertanian dapat memantau secara langsung perkembangan capaian produksi berbagai komoditas pertanian melalui AWR,” tuturnya.
Fasilitator lainnya, Sarifudin, menjelaskan tentang mekanisme penyampaian Laporan Utama Kostratani oleh jajaran pertanian di setiap tingkatan.
Menurutnya, alur sistem pendataan pertanian yang dibangun melalui Program Kostratani Kementerian Pertanian, dimulai input datanya dari tingkat Kecamatan (BPP) sebagai Kostratani, Kabupaten sebagai Kostrada, Propinsi sebagai Kostrawil, sampai di tingkat Pusat sebagai Kostranas.
“Data utama yang diinput melalui kegiatan kostratani ini, antara lain adalah data luas tanam, luas panen dan produktivitas komoditas strategis nasional” katanya.
Sementara itu, Narasumber kegiatan Fatia Fajarwati dari Unsur Konsultan Pendukung NPIU IPDMIP menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan Bimtek Kostratani adalah sebagai bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam rangka percepatan proses transformasi BPP menjadi Kostratani dalam fungsinya sebagai Pusat Data dan Informasi.
Kabid Penyuluhan Distanbun Kabupaten Bima, Kisman, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Bimtek, menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung kegiatan Kostratani, di Kabupaten Bima terdapat 18 BPP dan 202 orang tenaga Penyuluh serta 4.767 Poktan yang tersebar di 18 Kecamatan dan 191 Desa.
“Dengan semangat kebersamaan gerak para penyuluh dan seluruh unsur terkait, kita optimis kegiatan Kostratani di Kabupaten Bima akan terwujud sesuai harapan, khususnya dalam menuju satu data yang berbasis IT,” katanya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





