Banyak Diprotes Warga, Operasional RDF Rorotan Diminta Dihentikan Sementara

AKURAT.CO Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jakarta diminta untuk menghentikan sementara operasional Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Jakarta Utara.
Keberadaan RDF Plant Rorotan terus mendapat protes, lantaran kerap menimbulkan bau hingga mengganggu aktivitas warga setempat. Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi Gerindra, Ali Lubis, menduga perencanaan kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) juga masih belum matang.
"Jika terbukti belum layak, maka penghentian sementara operasional adalah langkah yang rasional dan bertanggung jawab," kata Ali kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: DPRD Jakarta Evaluasi Menyeluruh Atas Keluhan Bau dari RDF Rorotan
Seharusnya Pemprov Jakarta lebih mengedepankan kepentingan warganya, ketimbang terus mempertahankan operasional RDF Plant Rorotan yang terus menimbulkan masalah di lingkungan warga. Proses pengangkutan sampah yang dinilai jauh dari layak, mendapat protes karena tidak sesuai aturan.
"Kalau masih menimbulkan bau dan menimbulkan keresahan warga berarti ada yang belum beres," ujarnya.
Baca Juga: DLH Jakarta: Sistem Pemantau Kualitas Udara RDF Rorotan Tak Pernah Dimatikan
Dia meminta evaluasi total terhadap proses pelaksanaan pengolahan sampah di RDF Plant Rorotan, agar tidak lagi menimbulkan bau tak sedap yang terus-menerus mendapat protes warga setempat.
"Saat ini yang penting dilakukan Pemprov Jakarta adalah bagaimana agar RDF Rorotan ini berjalan sebagaimana yang direncanakan untuk pengelolaan sampah," jelasnya.
Fraksi Gerindra pun membuka pintu seluas-luasnya kepada warga Jakarta untuk dapat melaporkan aktivitas RDF Rorotan yang tidak sesuai prosedur. "Warga terdampak bau dari akitivitas RDF protes secara langsung kepada gubernur atau mengirim surat protes ke Pemprov atau ke Dinas LH," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







