Masih Didata, Ribuan Rumah Nakes Terdampak Bencana Sumatera Segera Diperbaiki

AKURAT.CO Pemerintah segera memperbaiki 3.265 rumah tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana Sumatera.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, rehabilitasi rumah nakes menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan dampak bencana Sumatera.
Kemenkes banyak menerima aduan terkait kondisi para nakes yang masih menempati lokasi pengungsian, meski tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana.
"Yang kita dapatkan masukan dari teman-teman di lapangan, dari tenaga kesehatan, kepala puskesmas, kepala dinkes, termasuk bupati, wali kota dan gubernur, gimana bisa tenaga kesehatan kembali normal, kalau dia saja rumahnya belum normal," kata Menkes, dalam konferensi pers daring, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, ke depan para nakes memiliki tugas dan beban kerja yang semakin tinggi. Sekalipun adanya relawan yang membantu, namun tidak dapat berkelanjutan.
Untuk itu, Kemenkes berkoordinasi untuk mendapatkan data valid sampai kepada titik koordinat dan foto rumah naskes yang rusak untuk dapat ditindaklanjuti secepatnya.
"Karena kita berkepentingan agar tenaga kesehatan ini bisa segera kembali ke rumahnya. Dan kami berkoordinasi dengan dinkes, bekerja keras untuk mengumpulkan data secara detail," ujar Menkes.
Baca Juga: Menkes Ajukan Tambahan Anggaran Rp500 Miliar untuk Revitalisasi Wilayah Bencana Sumatera Tahap III
"Dan ini merupakan bottom up karena dilakukan mulai dari levelnya kepala puskesmas, direktur rumah sakit, naik ke kepala dinkes, baru masuk ke kita," tambahnya.
Tahap pertama, Kemenkes telah menyerahkan 3.265 data rumah nakes kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera diverifikasi dan mulai mencairkan batuan.
Hal ini menjadi bukti pemerintah bersama pemerintah daerah gotong royong dan kompak untuk bekerja cepat dalam melakukan rekonstruksi serta rehabilitasi bencana Sumatera.
"Saya monitor terus. Dari 3.200 (data rumah) yang masuk ini, misalnya Senin dikirim berapa, Selasa dan Rabu berapa. BNPB bisa mencairkan bantuannya," kata Menkes.
Deputi IV BNPB, Jarwansah, mengatakan, pihaknya telah menerima data dari Kemenkes dengan rincian 3.050 unit rumah di Provinsi Aceh, 48 unit di Sumatera Utara dan 167 unit di Sumatera Barat.
Data tersebut nantinya akan ditindaklanjuti tim rehabilitasi dan rekonstruksi di kabupaten/kota untuk memastikan apakah sudah masuk dalam SK (surat keputusan) Kepala BNPB tentang Bantuan Nasional Berbasis Anggaran (BNBA) untuk masing-masing daerah. Sehingga dapat diprioritaskan pada proses verifikasi untuk menentukan apakah kerusakan yang terjadi berkategori ringan, sedang atau dan berat.
"Untuk ringan ini biasanya dibantu stimulan Rp15 juta per unit rumah, yang sedang Rp30 juta dan yang berat Rp60 juta bantuan stimulan. Tapi dalam bentuk rumah," jelas Jarwansah.
Baca Juga: Menkes Sebut Cek Kesehatan Gratis Penting untuk Cegah Obesitas dan Jaga Kesehatan Mental
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









