Kementerian PPPA Jamin Pendampingan Perempuan dan Anak Korban Bencana Berjalan Optimal

AKURAT.CO Kehadiran pemerintah dalam penanganan dampak bencana tidak hanya terbatas pada penyaluran bantuan logistik. Namun juga mencakup layanan pemulihan psikologis serta pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak sebagai kelompok rentan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengatakan, dalam kondisi bencana, perempuan dan anak sering kali menghadapi kerentanan berlapis.
"Karena itu, selain bantuan logistik, kami memastikan adanya pendampingan psikologis, layanan trauma healing. Serta perhatian terhadap kesehatan reproduksi, termasuk bagi ibu hamil dan anak-anak," kata Arifah, dalam keterangannya, Minggu (14/12/2025).
Menurut Arifah, melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pihaknya telah berkoordinasi untuk memastikan layanan pendampingan berjalan optimal.
Baca Juga: Hampir Semua Rumah Sakit di Lokasi Bencana Mulai Pulih Berkat Kerja Keras Semua Pihak
"Layanan tersebut meliputi dukungan psikososial, edukasi kesiapsiagaan. Serta penguatan klaster perlindungan perempuan dan anak di lokasi pengungsian," ujarnya.
Kementerian PPPA pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak perempuan dan anak dalam situasi bencana. Termasuk memastikan akses terhadap layanan pemulihan psikologis dan perlindungan berkelanjutan.
"Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat respons kemanusiaan yang lebih inklusif dan berperspektif gender serta anak. Sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih menyeluruh dan berkelanjutan," ujar Arifah.
Sebelumnya, Kementerian PPPA bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Baca Juga: IKA Universitas Brawijaya Gelar Malam Kebersamaan, Bersatu Galang Donasi Bencana Sumatera
Penyaluran bantuan dilakukan dari Pelabuhan Perikanan Samudera Muara Baru, Jakarta, dengan memanfaatkan armada kapal pengawas KKP Orca 06 untuk menjangkau wilayah terdampak.
Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Sasono, menyampaikan bahwa KKP telah mengerahkan armada kapal pengawas untuk mendukung distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Hingga saat ini, KKP telah menerima dan menyalurkan sekitar 159 ton bantuan logistik. Terdiri atas bahan makanan, beras, pakaian layak pakai serta kebutuhan dasar lainnya.
"Armada kapal KKP siap mendukung distribusi agar bantuan dapat menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses," katanya.
Baca Juga: Pemerintah Gratiskan BPJS Kesehatan dan Sertifikasi Tanah bagi Korban Bencana Aceh
Pung Nugroho mengatakan, pengalihan sebagian kapal pengawas untuk misi kemanusiaan tidak mengganggu fungsi pengawasan kelautan dan perikanan. KKP tetap menjaga pengawasan di laut sambil memastikan operasi kemanusiaan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Penyaluran bantuan ini turut didukung oleh berbagai pihak, yaitu Perempuan Konghucu Indonesia, perwakilan Unilever dan juga UNFPA.
"Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui jalur laut dan dilanjutkan dengan distribusi darat. Bekerja sama dengan satuan tugas dan pemangku kepentingan di daerah," jelas Pung Nugroho.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









