36 Tahun Mengabdi, Guru Honorer di NTT Akhirnya Diangkat PPPK: Terima Kasih Pak Prabowo

AKURAT.CO Asnat Nenabu (56), guru honorer di Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto setelah dirinya resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Pengangkatan ini ia terima setelah 36 tahun mengabdi sebagai pendidik.
Saat ini Asnat mengajar di PAUD Sobana Fatilo, Amanatun Utara, Timor Tengah Selatan.
Ia masuk dalam daftar PPPK paruh waktu Kabupaten Timor Tengah Selatan, kabar yang diterimanya setelah video dirinya viral memohon perhatian pemerintah bagi guru honorer.
“Saya minta terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menanggapi video saya. Sampaikan salam saya, dari Mama Asnat kepada Bapak Presiden,” kata Asnat di halaman PAUD Sobana Fatilo, dikutip Minggu (30/11/2025).
Asnat mulai mengajar sejak lulus SMA, pertama di SMP Kristen Puli, kemudian pindah ke SD Inpres Fotilo.
Namun karena sekolah mensyaratkan seluruh guru bergelar sarjana sementara ia tidak mampu menempuh kuliah, ia memilih mengajar di PAUD hingga kini.
Selama 12 tahun mengajar di PAUD, ia hanya menerima upah Rp200 ribu per bulan dari dana BOS.
Mimpinya sederhana: sebelum pensiun di usia 60 tahun, ia ingin merasakan satu hari saja mendapatkan gaji dari pemerintah.
Baca Juga: Strategi Penggunaan Hashtag di Media Sosial agar Konten Mudah Viral
Kebahagiaan pun hadir saat Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan memastikan statusnya sebagai PPPK paruh waktu.
Meski demikian, Asnat berharap rekan-rekannya sesama guru honorer juga dapat segera diangkat.
“Saya mau teman-teman saya juga merasakan berkat dari pemerintah. Mereka semua mengabdi untuk generasi muda,” ujarnya.
Asnat menegaskan bahwa mengajar adalah panggilan hidup. Bahkan jika ia tidak diangkat sekalipun, ia mengaku akan terus mengajar.
“Biar tidak diangkat pun saya tetap mengajar, sampai saya tidak bisa berjalan. Walaupun tidak diperhatikan pemerintah, saya tetap mengajar demi anak-anak,” katanya.
“Biar sampai mata saya buta, sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Karena saya cinta anak-anak. Saya cinta kampung saya,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Liou memastikan permohonan Asnat telah diakomodasi dan berjanji memperjuangkan nasib guru honorer lainnya.
“Menjawab pemberitaan mengenai Ibu Asnat Nenabu, dapat kami sampaikan bahwa beliau telah terakomodir dalam PPPK paruh waktu,” kata Eduard.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









