DPRD Jakarta Setujui Rp4,6 Triliun Bansos, PSI Soroti Warga yang Belum Tersentuh KJP Plus

AKURAT.CO Anggaran Rp4,6 triliun telah disetujui dalam APBD 2026 yang dialokasikan untuk bantuan sosial Pemerintah Provinsi Jakarta.
Dari jumlah itu, Rp3,3 triliun dipatok untuk program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, salah satu penopang utama keluarga rentan serta upaya dalam menjaga pendidikan anak-anak Jakarta tetap berjalan.
Namun, di balik angka besar itu, Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu, mengungkapkan masih banyak warga yang belum tersentuh bantuan tersebut.
Baca Juga: Redam Pengaruh Kekerasan Dunia Maya pada Pelajar, Gubernur Jakarta Siapkan Aturan Baru
"Ketika turun bertemu masyarakat, saya menemukan masih banyak warga Jakarta yang belum memperoleh bansos dari pemprov. Padahal mereka memenuhi kriteria sebagai penerima," katanya di Gedung DPRD Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Menurut Kevin, akar persoalan ini berada pada pendataan sosial. Banyak warga yang mengadu belum tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi pintu masuk untuk menerima berbagai jenis bantuan.
Kekosongan data ini menyebabkan mereka tercecer dari daftar penerima, meski kondisi ekonomi mendesak.
Baca Juga: Alia Noorayu Laksono Bagikan 350 Paket Sembako di Tiga Kecamatan Jakarta Timur
"Ini persoalan serius akibat pendataan yang masih kurang rapi di lapangan," ujarnya.
Kevin mendorong Pemprov Jakarta agar bergerak jemput bola. Bukan lagi menunggu warga mengantre ke pendamping sosial kelurahan, melainkan perangkat pemerintahan yang turun langsung melakukan pemetaan.
"Selama ini warga yang merasa belum masuk DTKS datang ke pedamsos di kelurahan. Bagaimana kalau alur ini dibalik? Pemprov yang menjemput bola," ujarnya.
Baca Juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, Dinas Pertamanan Jakarta Siagakan Posko Pohon Tumbang 24 Jam
Menurut Kevin, keakuratan data penerima bansos bukan sekadar urusan administratif tetapi menyangkut keberlangsungan hidup warga yang tengah berjuang di tengah beban biaya hidup yang makin berat.
"Kita harus ingat, masyarakat sedang tidak hidup dalam kondisi ekonomi yang baik-baik saja. Pemprov Jakarta harus serius memastikan warganya sejahtera, dimulai dari data penerima bansos yang terus ter-update dan akurat," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Perbedaan Digital Citizen dan Citizen Journalism: Pengertian serta Karakteristiknya
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







