Di Rapat Paripurna HUT ke-498, Pramono Target Jakarta Masuk 50 Besar Kota Dunia

AKURAT.CO Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jakarta dalam memperingati HUT ke-498 Jakarta, menjadi panggung pernyataan tekad bersama antara legislatif dan eksekutif, untuk mengantar Jakarta menapaki tangga kota global.
Sidang agung itu dipimpin Ketua DPRD Provinsi Jakarta, Khoirudin didampingi para Wakil Ketua Ima Mahdiah, Rany Mauliani, Wibi Andrino, dan Abasri Baco. Gubernur Pramono Anung turut hadir, lengkap dengan Wakil Gubernur Rano Karno dan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi.
Dalam pidato pengantarnya, Khoirudin tak hanya menyampaikan rasa bangga atas transformasi ibu kota yang kini jadi pusat pemerintahan, bisnis, dan budaya. Dia juga menyorot kebutuhan mendesak agar Jakarta tak hanya megah di luar, tetapi juga kokoh di dalam.
Baca Juga: DPRD dan Pemprov Bongkar Rencana Besar untuk Jakarta Menuju Kota Global
"Kami mendukung penuh program dan kebijakan Pemprov. Tapi pembangunan tak boleh sekadar fisik. Harus menyentuh kesejahteraan sosial dan ekonomi warga," ujar Khoirudin, Minggu (22/6/2025).
Pembangunan infrastruktur, kualitas layanan publik, transportasi, pengendalian banjir, hingga ruang terbuka hijau, semuanya harus digarap serius dan berkelanjutan.
Tak lupa, dia menekankan pentingnya pengawasan dan legislasi yang optimal dari DPRD demi transparansi dan akuntabilitas program pembangunan.
Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung dengan gaya khasnya yang tenang tapi menusuk, mengajak semua pihak melihat ke depan.
Menurutnya, pasca diberlakukannya UU No.2 Tahun 2024, Jakarta punya mandat baru. Tak lagi sebagai ibu kota negara, tapi sebagai jantung ekonomi nasional dan kota dunia.
Baca Juga: Jakarta Sudah 498 Tahun, Tapi Tantangannya Tak Kunjung Usai
"Kami ingin Jakarta menembus 50 besar kota dunia. Ini bukan mimpi kosong. Ini arah kerja kami," kata Pramono disambut tepuk tangan di ruang sidang.
Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, menambahkan kemajuan Jakarta tak boleh mencabut akarnya dari budaya. Modernitas dan tradisi, harus tumbuh bersama seperti sulur dan batang pohon bangsa.
"Budaya bukan sekadar warisan. Dia adalah fondasi masa depan Jakarta," ujarnya.
Rapat paripurna itu pun berakhir dengan optimisme. Ada harapan yang menggantung di langit-langit ruang paripurna bahwa Jakarta bukan hanya kota besar tapi akan menjadi kota besar dengan jiwa besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








