Kakorlantas Pantau Jalur Merak hingga Ketapang Jelang Libur Nataru 2024

AKURAT.CO Kepala Korlantas Polri, Irjen Aan Suhanan, memantau jalur darat dan laut dari Pelabuhan Merak-Bakauheni hingga Ketapang-Gilimanuk menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Jalur ini menjadi perhatian khusus karena sering menjadi titik krusial dalam pergerakan masyarakat selama periode libur panjang.
Menurut Kakorlantas, Pelabuhan Ketapang merupakan salah satu lokasi yang harus dikelola dengan cermat.
Berdasarkan data dan pengalaman sebelumnya, kemacetan kerap terjadi di titik ini, terutama saat kondisi cuaca buruk.
"Ketapang adalah salah satu titik yang menjadi perhatian utama kami selama Nataru. Kami berupaya memastikan pengelolaan transportasi berjalan lancar," katanya, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (1/12/2024).
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Turun Saat Nataru, Pariwisata Domestik Diprediksi Bergairah
Korlantas Polri telah meningkatkan fasilitas dan infrastruktur di area pelabuhan, menyusul kemacetan panjang akibat cuaca buruk dua tahun lalu.
Dermaga diperbaiki dengan kedalaman dan ketinggian air yang kini lebih stabil.
Meski begitu, berbagai antisipasi tetap disiapkan untuk menghadapi potensi kendala.
Seperti tingginya volume kendaraan, keterlambatan kapal atau cuaca ekstrem.
"Kami telah mempersiapkan tiga buffer zone, yaitu di Terminal Sritanjung, Grand Watu Dodol, dan Bulusan untuk mengurangi antrean. Sistem satu arah juga akan diterapkan di depan Pelabuhan Ketapang," jelas Kakorlantas.
Selain itu, dermaga baru di Bulusan juga siap digunakan sebagai kantung parkir kendaraan dengan kapasitas ratusan mobil.
Baca Juga: Hore, Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat hingga 10 Persen Saat Nataru
ASDP Ketapang juga menambah tiga kapal reguler untuk meningkatkan kapasitas penumpang ke Bali.
Pelabuhan Jangkar di Situbondo turut disiapkan sebagai alternatif.
Pelabuhan khusus untuk kendaraan barang ini disiapkan guna mengurangi kepadatan di Ketapang-Gilimanuk.
Untuk menghindari antrean panjang, masyarakat diimbau membeli tiket penyeberangan lebih awal, yang kini tersedia hingga 60 hari sebelum keberangkatan.
Sistem geofencing diterapkan dalam pembelian tiket, yang hanya dapat dilakukan dalam radius dua kilometer dari pelabuhan.
"Kami harap masyarakat menghindari puncak arus mudik agar tidak terjadi penumpukan. Pembelian tiket jauh-jauh hari sangat disarankan," ujar Kakorlantas.
Baca Juga: 141 Ribu Personel Gabungan Jaga Keamanan Nataru 2024
Di jalur darat, Korlantas berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk memastikan kesiapan jalur tol.
Proyek perbaikan jalan tol dan non-tol ditargetkan selesai pada 14 Desember 2024, sehingga seluruh fasilitas dapat digunakan optimal menjelang puncak arus mudik pada 22-23 Desember.
"Kami pastikan semua jalur sudah siap digunakan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat," kata Kakorlantas.
Dengan berbagai langkah antisipasi ini, Korlantas Polri optimistis arus mudik dan balik selama Nataru dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








