Jalan Lintas Kutacane-Medan Sudah Bisa Dilewati pada Malam Hari

AKURAT.CO Setelah adanya pembersihan material banjir bandang, jalan lintas provinsi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tenggara dengan Kota Medan di Sumatea Utara yakni Kutacane-Medan telah bisa dilewati malam hari.
"Sudah bisa lewat, tapi cuma malam hari saja. Karena di siang hari, alat berat masih bekerja," ujar Dian (21), penumpang Medan-Kutacane di Lawe Dua, Aceh Tenggara, Jumat (14/4).
Hingga kini sejumlah alat berat masih bekerja membersihkan lumpur dan bebatuan menutupi badan jalan yang diperkirakan sepanjang sekitar empat kilometer.
Banjir bandang di Aceh Tenggara terjadi, Selasa (11/4), telah mengakibatkan beberapa titik badan jalan miliki kondisi yang buruk karena amblas sedalam tiga meter seperti di Desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam.
Selain itu bencana kali ini diikuti dengan material turun dari atas pegunungan, merupakan kawasan ekosistem Leuser seperti kayu gelondongan, bebatuan dan lumpur menutupi badan jalan.
"Di siang hari, pengemudi kendaraan harus melintasi jalur alternatif. Seperti masuk dari Lawe Desky (Babul Makmur) atau Kute Tengah (Lawe Sigala Gala) menuju Desa Salim Pipit dan keluar Simpang Semadam," katanya.
Wakapolres Aceh Tenggara, Kompol Imam Asfali mengatakan, kebijakan mengalihkan arus lalulintas kendaraan agar tidak mengganggu sejumlah alat berat yang bekerja dilokasi banjir bandang.
Pihaknya telah menutup jalan lintas provinsi di daerah tersebut yakni dari mulai Simpang Semadam hingga Lawe Sigala Gala sepanjang beberapa kilometer terutama di siang hari.
"Adanya pekerjaan di lokasi banjir seperti Kecamatan Semadam dan Kecamatan Lawe Sigala Gala. Pengemudi bisa lewat jalur alternatif yang telah kita buat," tegasnya.
Tercatat dua orang meninggal dunia, 648 keluarga atau 2.476 jiwa di lima desa masih bertahan di pengungsian karena tempat tinggal mereka rusak parah 166 unit rumah, 91 rumah rusak sedang dan 134 rumah rusak ringan.
Wilayah Aceh Tenggara memiliki 16 kecamatan dengan 385 desa, dan 282 desa diantaranya berada di lembah serta 103 desa terletak di lereng pegunungan.
Kabupaten ini terletak dibagian Tengah dari Provinsi Aceh yang dikelilingi pegunungan seperti Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Barisan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





