Akurat Logo

I.League Soroti Insiden Suporter yang Berulang, Kasus Bobotoh Meninggal Jadi Perhatian

Zainal Hasan | 28 Oktober 2026, 15:31 WIB
I.League Soroti Insiden Suporter yang Berulang, Kasus Bobotoh Meninggal Jadi Perhatian
Suporter Persib Bandung alias Bobotoh saat menyaksikan pertandingan timnya kontra Garudayaksa di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026). X/Persib

AKURAT.CO, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyoroti rentetan insiden yang melibatkan suporter sepakbola Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas kompetisi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak.

Asep Saputra menyayangkan kejadian yang terus berulang, terutama sepanjang satu bulan terakhir. Menurutnya, perkembangan sepakbola nasional tidak cukup diukur dari persaingan klub dan kualitas pertandingan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pemangku kepentingan menciptakan lingkungan yang aman.

PSSI, kata Asep Saputra, terus mendorong I.League memperkuat komunikasi dan menyusun langkah untuk mengurangi risiko terjadinya insiden serupa.

Baca Juga: Persib Minta Kematian Arief Rahman Diusut Tuntas, Bobotoh Diimbau Tak Lakukan Tindakan Balasan

Persiapan keamanan pun telah menjadi bagian dari koordinasi operator kompetisi bersama klub dan kepolisian sebelum musim bergulir.

"Kami berharap semua pihak, pertama dari kami sendiri sebagai penyelenggara, klub, dan juga para penyelenggara pertandingan, tentu ingin memperkuat komunikasi dan memastikan apa yang sudah kita siapkan," ujar Asep seusai konferensi pers Media Cup 2026 di GBK Arena, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).

"Kami juga sebenarnya sudah punya rancangan pengaturan keamanan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik."

Ia menjelaskan, pengamanan pertandingan harus mencakup dua area, yakni di dalam stadion dan ruang publik di luar stadion. Kedua wilayah tersebut membutuhkan penanganan yang sesuai agar keselamatan suporter tetap terjaga sebelum, selama, hingga setelah pertandingan.

Menurut Asep, tanggung jawab menciptakan situasi kondusif tidak hanya berada di tangan operator kompetisi. Klub, panitia pelaksana, suporter, dan aparat keamanan juga memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem sepak bola.

Ia turut mengingatkan agar rivalitas antarsuporter tetap berada dalam batas sportivitas dan semangat fair play. Perbedaan dukungan terhadap klub tidak seharusnya berujung pada tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.