Ferry Paulus Pertimbangkan Pengurangan Poin Klub yang Suporternya Lakukan Kekerasan

AKURAT.CO, Direktur I.League, Ferry Paulus, menyatakan kesepakatannya dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang mempertimbangkan regulasi pengurangan poin bagi klub yang suporternya melakukan kekerasan.
Menurut Ferry Paulus, hukuman denda yang sudah diterapkan selama ini belum mampu menimbulkan efek jera. Operator kompetisi, katanya, siap berkoordinasi dengan PSSI untuk membicarakan penindakan pelanggaran ini.
"Melihat perkembangan dan potensi konflik yang mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan hukuman perlu diperkuat. Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera," kata Ferry Paulus melalui pernyataan resminya.
"Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku."
Baca Juga: Gara-gara Teror Suporter, Erick Thohir Ancam Kembali Larang Suporter Tandang
Respons ini disampaikan I.League menyusul insiden serangan terhadap bus Persib Bandung U-18 di area Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026).
Kabarnya serangan dilalukan oleh oknum suporter Persija yang kebetulan bertemu di area istirahat kilometer 360 Batang sepulang menyaksikan laga Persija versus PSIM Yogyakarta di Yogyakarta.
Pada saat yang hampir bersamaan, bus yang ditumpangi sejumlah suporter Persija dilempar orang tak dikenal di kilometer 200 Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat. Suporter tersebut diketahui anggota The Jakmania yang berbasis di Cikampek.
Erick Thohir sendiri merespons situasi ini dengan mengecam dan "melempar bola" ke I.League selaku pihak yang bertanggungjawab atas kompetisi liga nasional. Erick bahkan mengisyaratkan akan membawa PSSI turun tangan memberikan sanksi jika I.League tidak bertindak tegas.
"Kami sepenuhnya mendukung sikap Ketua Umum PSSI. Sepakbola Indonesia sedang berkembang ke arah yang semakin baik. Kompetisi semakin kompetitif, atmosfer stadion semakin hidup, dan suporter tim tamu akhirnya kembali bisa hadir," kata Ferry Paulus.
"Semua kemajuan ini harus kita jaga. Jangan sampai tindakan kekerasan justru membawa sepak bola kita kembali mundur."
=====
Sikap tegas diperlukan dari I.League mengingat kompetisi nasional baru saja memberlakukan izin suporter tandang setelah larangan empat tahun pasca Tragedi Kanjuruhan, akhir September 2022.
Perlu dicatat, upaya mendisiplinkan suporter pasca Tragedi Kanjuruhan mendapat pantauan langsung dari organisasi induk sepakbola dunia, FIFA.
"Kami ingin suporter tamu tetap bisa hadir. Justru karena itulah aturan harus ditegakkan lebih tegas," kata Ferry.
"Jangan sampai kesempatan yang sudah diperjuangkan bersama selama ini kembali hilang hanya karena tindakan segelintir orang. Kami tidak ingin klub dan mayoritas suporter yang sudah tertib ikut menjadi korban."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T






