Akurat Logo

Jika Erick Thohir Tak Maju, Andre Rosiade Buka Peluang Masuk Bursa Ketum PSSI 2027

Zainal Hasan | 25 Agustus 2026, 19:41 WIB
Jika Erick Thohir Tak Maju, Andre Rosiade Buka Peluang Masuk Bursa Ketum PSSI 2027
Presiden Semen Padang, Andre Rosiade, saat ditemui di acara Launching Tim Semen Padang di Menara Top Food, Alam Sutera, Tangerang, Banten, Selasa (25/8/2026). AKURAT.CO/Zainal Hasan.

AKURAT.CO, Presiden Semen Padang, Andre Rosiade, mulai membuka peluang untuk terlibat dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2027-2031.

Namun, untuk saat ini Andre Rosiade mengaku siap maju sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) atau Wakil Ketua Umum PSSI.

Sementara untuk posisi Ketua Umum PSSI, Andre Rosiade belum mengambil keputusan. Ia menyebut masih menunggu perkembangan di tubuh PSSI termasuk kepastian apakah Erick Thohir akan kembali maju dalam Kongres 2027.

"Kalau sekadar maju Exco atau Wakil Ketum, insyaallah saya maju. Tapi untuk Ketum saya tunggu restu bos dulu," kata Andre Rosiade saat ditemui di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten, Selasa (25/8/2026).

Andre menyampaikan dirinya masih melihat situasi sebelum menentukan langkah. Menurutnya, apabila Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI saat ini kembali memutuskan mencalonkan diri setelah membawa prestasi bagi sepakbola Indonesia, dirinya terbuka untuk berada dalam satu paket sebagai Wakil Ketua Umum maupun Exco kepengurusan PSSI selanjutnya.

"Kalau memang Pak Erick di akhir tahun ini berprestasi dan ingin maju lagi, mungkin saya bisa jadi Wakil Ketumnya, atau bisa jadi Exco-nya," ujarnya.

Meski demikian, Andre menegaskan bahwa ambisinya untuk terlibat dalam PSSI belum menjadi prioritas utama.

Saat ini, ia ingin lebih dulu membangun sepakbola di Sumatera Barat sekaligus membawa Semen Padang kembali ke kasta tertinggi.

https://www.akurat.co/bola/817335/andre-rosiade-klaim-10-exco-pssi-setuju-shin-tae-yong-balik-latih-timnas-indonesia

"Fokus saya sekarang bagaimana bisa pertama membangun sepak bola di Sumatera Barat, yang kedua mengembalikan Semen Padang ke Liga 1. Itu dulu. Urusan PSSI masih lama, masih jauh," tutur Andre.

Andre juga menyebut dirinya masih memiliki waktu untuk membuktikan kapasitas sebelum menentukan langkah dalam kontestasi PSSI.

Salah satu target terdekatnya adalah pemilihan Asprov PSSI Sumatera Barat yang akan menjadi momentum baginya untuk menunjukkan kinerja.

Di mana pemilihan Ketua Asprov PSSI Sumatera Barat akan dilaksanakan pada Oktober-November mendatang.

"Nanti tunggu tanggal mainnya. Yang pasti itu dulu lah. Asprov Sumbar dulu, lalu kita tunjukkan kinerja kita dulu, baru kita bicara pemilihan," kata Andre.

Bagi Andre, rekam jejak menjadi modal penting sebelum seseorang memutuskan maju dalam perebutan posisi di PSSI.

Ia tidak ingin sekadar mencalonkan diri tanpa memiliki prestasi atau kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola.

"Kalau kita enggak punya prestasi, ngapain maju? Itu prinsip dasarnya. Kalau enggak punya rekam jejak yang baik untuk mengembangkan sepakbola, ngapain maju?" ucapnya.

Andre memperkirakan masih ada waktu sekitar delapan hingga sepuluh bulan untuk membuktikan kinerjanya, baik melalui Asprov PSSI Sumbar maupun pengelolaan Semen Padang.

Ia ingin capaian tersebut menjadi dasar sebelum mengambil keputusan mengenai pencalonannya di tingkat nasional.

"Saya pengen coba dulu di Asprov Sumbar, ada waktu 8-10 bulan untuk menunjukkan kinerja, termasuk mengelola Semen Padang," ujar Andre.

Ia pun berharap kerja keras bersama Semen Padang bisa menghasilkan prestasi, terutama dengan target mengantarkan Kabau Sirah kembali ke Liga 1.

Jika target tersebut tercapai, peluang Andre untuk ikut meramaikan kontestasi PSSI 2027 semakin terbuka.

"Mudah-mudahan dengan kita bekerja Semen Padang berprestasi, mungkin ada kemungkinan kita maju di kontestasi bulan Juli 2027 nanti. Tunggu saja," kata Andre.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.