Penasehat Gianni Infantino Mundur karena FFE, PM Inggris Sebut FIFA Salah Pemimpin

AKURAT.CO, Pengaruh Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA sepertinya semakin goyah sehubungan dengan isu pelepasan saham organisasinya melalui proposal FIFA Forward Enterprise (FFE).
Ini terindikasi melalui mundurnya penasehat senior Gianni Infantino di bidang tata kelola dan strategi global FIFA, Carlos Cordeiro, Jumat (31/7/2026). Cordeiro menegaskan bahwa ia mundur karena tak setuju dengan FFE.
“Saya tidak bisa bertahan ketika FIFA mempertimbangkan untuk menjual saham Piala Dunianya,” kata Carlos Cordeiro sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Saya tidak terlibat dalam proposal ini, dan saya menentangnya secara tegas. Ini adalah kesepakatan buruk untuk anggota-anggota FIFA, kesepakatan buruk untuk sepakbola, dan kesepakatan buruk untuk masa depan jangka panjang olahraga ini.”
FFE dirancangan sebagai anak organisasi FIFA yang akan mengurusi sejumlah turnamen besar seperti Piala Dunia. Konon, investasinya datang dari perusahan di lingkaran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Gianni Infantino menyebut bahwa FFE baru sebatas proposal. Jika disetujui secara demokratis, katanya, setiap anggota FIFA bakal mendapatkan dana sebesar USD40 juta atau sekitar Rp723,28 miliar per tahun.
Indonesia sendiri melalui Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan dukungan terhadap proposal ini. Menurut Erick, dana dari FIFA akan membantu perkembangan sepakbola Indonesia.
“Mereka (FIFA) telah berinvestasi dengan mendirikan kantor di Jakarta dan berkontribusi langsung dengan anggaran satu hingga dua juta Dolar per tahun untuk kawasan Oseania dan Asia Tenggara,” kata Erick Thohir.
Pun demikian, tentangan tampaknya cukup besar terhadap inisiatif Infantino ini. Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA), Asia (AFC), dan Amerika Utara-Tengah-Karibia (Concacaf) keras menolak.
Terakhir, bahkan Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burham, menyatakan secara terbuka bahwa Infantino tidak layak memimpin FIFA merujuk pada polemik FFE.
“Ini usulan yang keterlaluan,” kata Andy Burham.“Pikiran bahwa ini bisa diajukan menunjukkan bahwa, dalam pandangan saya, (Infantino) adalah orang yang salah untuk memimpin organisasi (FIFA).”
Sejumlah pihak menyebut bahwa proposal ini berkait dengan pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA untuk periode 2027-2031 pada kongres yang akan digelar pada Maret mendatang di Rabat, Maroko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








