Kritik Ivan Kolev: Naturalisasi Timnas Indonesia Dinilai Berlebihan Jelang FIFA Series 2026

AKURAT.CO Mantan pelatih Timnas Indonesia, Ivan Kolev, melontarkan kritik menjelang bergulirnya FIFA Series 2026.
Ia menyoroti arah kebijakan skuad Garuda, khususnya terkait maraknya pemain naturalisasi di era kepelatihan John Herdman.
Kolev, yang berasal dari Bulgaria, meyakini negaranya akan mendapat sambutan hangat saat tampil di Indonesia.
Ia menilai antusiasme publik sepak bola Tanah Air tetap tinggi, terutama dalam menyambut turnamen internasional tersebut.
Pelatih berpengalaman itu juga mengaku masih mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia.
Kedekatan emosional yang terjalin selama kariernya membuat ia tetap menaruh perhatian terhadap perjalanan skuad Merah Putih.
Ia turut menyinggung relasinya dengan pelatih Bulgaria saat ini, Aleksandar Dimitrov.
Kolev mengungkapkan bahwa Dimitrov pernah menjadi asistennya, sehingga ia cukup memahami karakter kepelatihannya.
Meski demikian, Kolev menilai sulit membandingkan kekuatan Timnas Indonesia saat ini dengan era ketika dirinya masih menangani tim.
Baca Juga: Striker Bulgaria Tak Sabar Tampil di Jakarta Jelang FIFA Series 2026
Menurutnya, telah terjadi perubahan signifikan, terutama dalam kebijakan pemain.
Salah satu sorotan utama adalah penggunaan pemain naturalisasi.
Kolev mengaku sejak dulu lebih mengedepankan pemain lokal dan tidak sejalan dengan penggunaan pemain naturalisasi dalam jumlah besar.
“Di masa saya, saya sangat peduli dengan pemain lokal dan menentang naturalisasi berlebihan,” ujar Kolev, dikutip dari Dsport.
Ia bahkan menilai fenomena tersebut kini cukup mencolok, baik di level klub maupun tim nasional.
“Saya melihat ada lima sampai enam pemain asing di klub, dan tim nasional juga penuh pemain asing,” lanjutnya.
Menurut Kolev, kebijakan tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap prestasi.
Ia menilai hasil yang diraih belum sesuai dengan ekspektasi besar masyarakat Indonesia.
“Mereka pikir ini berhasil, tapi hasilnya tidak sesuai harapan masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Selain isu pemain, Kolev juga menyoroti keputusan federasi yang lebih memilih pelatih asing.
Meski melontarkan kritik, ia tetap mencoba melihat dari sudut pandang yang lebih luas.
“Mereka mencari pelatih dengan otoritas lebih besar. Mungkin pelatih lokal dianggap kurang berwibawa, meski itu penilaian yang keliru,” pungkas Kolev.
Baca Juga: Penuh Haru, Ivan Gunawan Gelar Salat Id Pertama di Masjid Miliknya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








