Kenang Piala Dunia 1994, Demetrio Albertini Sebut 2 Pemain Italia 'Sembunyi' dari Adu Penalti

AKURAT.CO, Hampir 32 tahun berlalu, kekalahan Italia dalam adu penalti melawan Brasil di final Piala Dunia Amerika Serikat 1994 masih membekas di benak Demetrio Albertini.
Terakhir, Demetrio Albertini, yang kini berusia 54 tahun, menyebut adanya dua pemain Italia yang bersembunyi di belakang bench karena menghindar untuk dipilih menjadi pengambil penalti melawan Brasil.
Bertempat di Stadion Rose Bowl, Los Angeles, 17 Juli 1994, Demetrio Albertini adalah penendang kedua setelah penendang pertama, Franco Baresi, gagal melaksanakan tugasnya.
Baca Juga: Gigi Riva Pencetak Gol Terbanyak Timnas Italia Sepanjang Masa, Meninggal Dunia di Usia 79 Tahun
Albertini sukses menjebol gawang Claudio Taffarel namun Italia akhirnya kalah dengan skor 3-2 ditandai kegagalan bintang Azzuri kala itu, Roberto Baggio, di penalti terakhir.
“Saya berusia 22 tahun dan seluruh karier ada di depan saya. Saya sembrono dan bersikap tak peduli sebagai yang paling muda di klub,” kata Demetrio Albertini sebagaimana dipetik dari Football Italia.
“(Arrigo) Sacchi (Pelatih Timnas Italia di Piala Dunia 1994) meminta saya apakah saya mau mengambil penalti, dan saya maju tanpa berpikir.
“Sementara ada dua (pemain) bersembunyi di belakang bangku cadangan untuk menghindari melakukan (penalti). Saya tidak akan pernah menyebut namanya, tetapi satu bermain untuk (AC) Milan dan yang lain di Inter (Milan).”
Baca Juga: Roberto Baggio Sang Buddha dari Italia
Dalam skuad Italia ketika itu ada tiga pemain yang sesuai dengan clue yang disampaikan Albertini. Yakni Nicola Berti yang bermain untuk Inter Milan dan dari AC Milan ada Paolo Maldini dan Roberto Donadoni.
Adapun Roberto Donadoni adalah salah satu pengambil penalti yang gagal ketika menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 1990 ketika Italia bertindak sebagai tuan rumah.
Selain kekalahan di final Piala Dunia 1994, Albertini menyebut kekalahan atas Prancis di final Piala Eropa 2000 juga paling terkenang. Tak lain karena ketika itu Italia kalah dengan skor 2-1 karena golden goal di babak perpanjangan waktu.
“Momen terburuk adalah kalah di final Piala Eropa 2000 melawan Prancis dengan golden goal. Sangat menyakitkan melihat peluang terakhir untuk memenangi sesuatu dengan tim nasional lepas dengan cara seperti itu,” kata Albertini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








