Akurat

Makin Lantang Bicara Soal Genosida di Palestina, Pep Guardiola dalam Posisi Berisiko?

Hervin Saputra | 5 Februari 2026, 18:22 WIB
Makin Lantang Bicara Soal Genosida di Palestina, Pep Guardiola dalam Posisi Berisiko?

AKURAT.CO, Dengan kalibernya, Pep Guardiola tampaknya sudah tak lagi bisa tahan untuk tak bicara mengenai perang yang terjadi di sejumlah tempat di dunia. Pun demikian, bukankah hal tersebut menempatkan sang juru taktik dalam risiko?

Setelah di pekan sebelumnya Pep Guardiola bicara dalam acara amal mendukung anak-anak Palestina di Barcelona, Spanyol, kali ini Pelatih Manchester City itu kembali mengutarakan hal yang sama.

Momen itu terjadi ketika jurnalis The Athletic menanyakan Pep Guardiola soal partisipasinya di acara amal untuk anak-anak Palestina. Sebaliknya, pelatih dengan tiga gelar Liga Champions itu justru mempertanyakan sikap media.

Baca Juga: Media Inggris Sebut Xabi Alonso Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City

“Saya menghargai (pertanyaan) Anda ini karena ini kali pertama dalam sepuluh tahun seorang jurnalis menanyakan saya soal ini,” kata Guardiola di Manchester, Inggris, Selasa (3/2), sebagaimana dipetik dari BBC.

“Tampaknya Anda (media) tidak diizinkan untuk melakukan itu dalam pekerjaan Anda, saya tidak tahu.”

Dalam penjelasan lebih lanjutnya di sesi konferensi pers jelang leg kedua semifinal Piala Liga Inggris antara Manchester City dan Newcastle United, itu, Guardiola mengaku ikut “tersakiti” dengan kondisi perang.

“Tak pernah dalam sejarah kemanusiaan kita mendapatkan informasi di depan mata kita lebih jelas ketimbang saat ini,” kata Guardiola.

“Genosida di Palestina, apa yang terjadi di Ukraina, apa yang terjadi di seluruh dunia, di Sudan, di manapun. Apa yang terjadi di depan kita? Anda ingin melihatnya? Ini masalah kita sebagai manusia biasa.

Baca Juga: Liga Europa: Diwarnai Demonstrasi Palestina-Israel, Aston Villa Bungkam Maccabi Tel Aviv 2-0

“Ketika saya melihat gambar-gambar (perang) itu, maafkan saya, itu menyakitkan. Itu menyakiti saya. Itulah kenapa dalam setiap posisi saya bisa membantu berbicara untuk masyarakat yang lebih baik, saya akan berusaha dan ada di sana.”

Pun demikian, sikap Guardiola tersebut mendapatkan respons menentang dari komunitas Yahudi di Manchester. Mereka meminta eks Pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut berhati-hati dengan ucapannya di masa depan.

“Pep Guardiola adalah seorang manajer sepakbola. Sementara refleksi humanitariannya mungkin berniat baik, dia harus fokus pada sepakbola,” kata komunitas Yahudi Manchester melalui media sosial.

“Manchester City dirugikan olehnya yang berulangkali menyampaikan komentar soal masalah internasional.”

Komunitas Yahudi juga menyoroti Guardiola yang tak memberi respons ketika adanya serangan terhadap sebuah rumah ibadah Yahudi (sinagog) di Manchester, Oktober lalu. Dua orang tewas dalam serangan tersebut.

Dengan membandingkan peristiwa tersebut, mereka menganggap sikap Guardiola terhadap isu Palestina bias terhadap tindakan antisemit.

“Secara khusus adalah luka mengingat kegagalan totalnya untuk menggunakan platform pentingnya untuk menunjukka solidaritas terhadap komunitas Yahudi yang menjadi sasaran teroris hanya beberapa mil dari Stadion Etihad,” tulis komunitas Yahudi.

“Kami memohon Tuan Guardiola untuk lebih berhati-hati dengan bahasanya di masa depan mengingat risiko signifikan yang dihadapi oleh komunitas kami.”

Adapun sejauh ini Manchester City sendiri menolak untuk memberikan komentar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H