AKURAT.CO, Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mendapat sorotan unik dari lingkungan barunya di Italia.
Rekan setimnya di Sassuolo, Tarik Muharemovic, memberi julukan khusus kepada Jay Idzes karena sifat komunikatifnya di lapangan.
Muharemovic, yang menjadi duet Jay Idzes di jantung pertahanan, menyebut bek 24 tahun itu sebagai pemain yang “terlalu banyak omong”.
Namun penilaiannya tersebut bukan kritik, melainkan pujian yang menunjukkan peran penting Idzes dalam menjaga soliditas lini belakang.
Menurut Muharemovic, komunikasi Jay di lapangan membantu dirinya dan pemain lain menjaga fokus selama pertandingan.
Hal itu menjadi salah satu alasan Sassuolo memiliki pertahanan yang lebih terorganisir musim ini.
“Jay Idzes membantu saya dan tim. Dia banyak berbicara di lapangan dan itu membantu meningkatkan moral,” ujar Muharemovic kepada Tutto Mercato yang dinukil pada Rabu (10/12).
Jay sendiri tampil konsisten sejak direkrut Sassuolo pada awal musim 2025-2026. Di musim perdananya, eks pemain Venezia itu menunjukkan perkembangan pesat dan langsung menjadi pilihan utama di sektor belakang.
Data statistik juga memperlihatkan kontribusinya. Berdasarkan catatan Whoscored, Jay membukukan rata-rata satu tekel, 1,1 intersep, 5,5 sapuan, serta 0,5 blok setiap laga. Ia juga mencatatkan 41,9 operan per pertandingan dengan akurasi 90,9 persen.
Selain itu, Jay melepaskan rata-rata 1,3 umpan panjang dan memenangi 1,8 duel udara per pertandingan.
Catatan tersebut membuatnya memperoleh rating keseluruhan 6,69, menjadi salah satu yang stabil di skuad Sassuolo musim ini.
Bukan hanya angka yang menonjol, performa Jay juga dinilai berdampak langsung pada permainan tim. Muharemovic menilai kehadiran Jay membuat sektor pertahanan Sassuolo lebih tenang dan mampu merespons tekanan dengan cepat.
Salah satu bukti pengaruh Jay terlihat ketika Sassuolo bangkit dari ketertinggalan 0-1 sebelum membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-1 atas Fiorentina pada pekan ke-14 Serie A, Sabtu (6/12).
Menurut Muharemovic, reaksi cepat tersebut bukan kejutan bagi para pemain Sassuolo. Ia menyebut semangat pantang menyerah sudah menjadi karakter tim sejak musim lalu.
"Ini bukan pertama kalinya kami bereaksi setelah kebobolan. Kami sudah menunjukkannya tahun lalu juga. Itu tugas kami: pantang menyerah. Hal seperti itu memang bisa terjadi dalam pertandingan," tutur Muharemovic.