Napoli Kebobolan Enam Gol di Kandang PSV Eindhoven, Antonio Conte Pantang Ganti Taktik

AKURAT.CO, Napoli adalah pengecualian dalam skor-skor besar di hari pertama matchday ketiga Liga Champions 2025-2026, Selasa (21/10)–Rabu dini hari WIB. Pengecualian karena mereka justru mengalami kekalahan.
Sebagai juara Liga Serie A Italia, kenyataan yang dihadapi Napoli berbeda dengan juara-juara liga lain seperti Paris Saint-Germain (PSG) atau Barcelona. PSG sendiri menang 7-2 atas Bayer Leverkusen sementara Barca menggulung Olimpiakos 6-1.
Adapun Napoli harus menelan pil pahit dengan kekalahan 2-6 dalam lawatan ke kandang PSV Eindhoven di Eindhoven, Belanda, semalam. Sang pelatih, Antonio Conte, memilih untuk tak mengeluhkan kekalahan tersebut.
Baca Juga: Hasil Liga Champions: PSG Pesta 7 Gol di Leverkusen, Barcelona Jebol Olimpiakos 6 Gol
“Inilah levelnya. Ini adalah level Liga Champions. Kami tidak boleh mengeluh,” kata Antonio Conte sebagaimana dipetik dari Football Italia.
“Ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, tetapi kami tahu bakal berjuang sullit musim ini. Jadi kami harus bersiap untuk melakukan kerja itu.”
I Partenopei sejatinya unggul lebih dulu melalui Scott McTominay di menit ke-31 dalam laga di Stadion Philips tersebut.
Namun, setelah itu PSV membalas empat gol beruntun melalui bunuh diri Alessandro Buongiorno (35’), Ismael Saibari (38’), serta dwigol Dennis Man (54’ dan 80’). Diwarnai pula dengan kartu merah untuk Napoli melalui Lorenzo Lucca di menit ke-76.
McTominay membalas di menit ke-86, namun PSV menjebol gawang Vanja Milinkovic-Savic dua kali lagi melalui Ricardo Pepi dan Couhaib Driouech di menit ke-87 dan 89.
Baca Juga: Kevin De Bruyne Kembali ke Etihad, Antonio Conte Ingatkan Sang Gelandang Kini Pemain Napoli
Kekalahan atas PSV Eindhoven adalah kekalahan keempat dari sepuluh pertandingan yang ditempuh Napoli musim ini. Mereka langsung dihadapkan dengan tugas berat karena mesti menghadapi Inter Milan pada Sabtu (25/10).
Bakal menghadapi Inter, Antonio Conte menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah taktik. Kekalahan 2-6 atas PSV, kata Conte, bukan berarti membuat ia harus mengubah apa yang diyakininya.
“Apa maksud Anda? Jika Anda menang, semuanya bagus, jika kalah maka semuanya jelek?” kata Conte bertanya balik pada wartawan dalam sesi konferensi pers usai laga versus PSV.
“Semua orang memuji penggunaan empat gelandang, orang bilang (Kevin De Bruyne) jelek setelah satu pertandingan, kemudian setelah (mengalahkan) Sporting (Lisbon) mereka bilang dia tidak boleh diganti.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








