Akurat

Apakah Pemain Timnas Indonesia Digaji? Ini Fakta Lengkap Soal Uang Saku, Bonus, dan Gaji Klub Mereka

Naufal Lanten | 12 Oktober 2025, 16:20 WIB
Apakah Pemain Timnas Indonesia Digaji? Ini Fakta Lengkap Soal Uang Saku, Bonus, dan Gaji Klub Mereka

 

AKURAT.CO Pertanyaan “apakah pemain Timnas Indonesia digaji?” sering muncul di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air. Banyak yang mengira para pemain mendapatkan gaji rutin setiap bulan seperti saat mereka membela klub. Namun faktanya, sistem kompensasi di tim nasional sangat berbeda.

Saat bermain untuk klub, pemain profesional memang menerima gaji tetap setiap bulan sesuai kontrak yang mereka tanda tangani. Tapi ketika mengenakan seragam merah putih dan membela Timnas Indonesia, pemain tidak menerima gaji tetap bulanan. Sebagai gantinya, mereka memperoleh honorarium atau uang saku insidental, yang hanya diberikan ketika mereka dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) atau pertandingan resmi internasional.

Sistem ini juga berlaku di banyak negara lain, termasuk tim nasional besar seperti Prancis dan Inggris. Jadi, konsepnya bukan soal gaji tetap, melainkan bentuk kompensasi berdasarkan keterlibatan pemain dalam agenda tim nasional.


Besaran Uang Saku Pemain Timnas Indonesia

Walaupun tidak digaji bulanan, pemain Timnas tetap mendapatkan bayaran yang terbilang besar selama masa tugas mereka. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, kisaran kompensasi yang diterima pemain adalah sebagai berikut:

  • Timnas Senior: Rp50 juta – Rp100 juta per bulan

  • Timnas U-23: Rp20 juta – Rp50 juta per bulan

  • Timnas U-19: Rp10 juta – Rp20 juta per bulan

Selain itu, uang saku tersebut bisa meningkat jika pemain berprestasi di turnamen tertentu. Misalnya, saat Timnas Indonesia berhasil melaju ke babak final atau memenangkan gelar, para pemain biasanya mendapat bonus tambahan dari federasi (PSSI) atau bahkan dari pemerintah.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, PSSI juga memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pemain, sekaligus menaikkan uang saku mereka selama periode tersebut. Hal ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka membela Indonesia.


Tidak Ada Perbedaan antara Pemain Lokal dan Diaspora

Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, menegaskan bahwa semua pemain Timnas diperlakukan sama dalam hal kompensasi. Tidak ada perbedaan antara pemain yang berkarier di Liga 1 dan mereka yang bermain di luar negeri (pemain diaspora).

“Semua pemain mendapatkan bonus dan uang saku sesuai dengan kebijakan yang berlaku tanpa adanya gaji tetap,” ujar Sumardji.

Dengan sistem yang transparan ini, PSSI berharap setiap pemain memiliki motivasi yang sama untuk memberikan performa terbaik saat memperkuat Garuda di kancah internasional.


Bonus Prestasi untuk Pemain Timnas Indonesia

Selain uang saku, para pemain juga bisa mendapatkan bonus prestasi. Contohnya, saat Timnas U-22 berhasil meraih medali emas SEA Games 2023, pemerintah Indonesia mengalokasikan total dana Rp275 miliar sebagai bonus untuk seluruh atlet peraih medali, termasuk pemain sepak bola.

Bentuk penghargaan seperti ini tidak hanya menjadi dorongan finansial, tetapi juga simbol apresiasi atas kerja keras para pemain yang mengharumkan nama bangsa di level internasional.


Gaji Pemain Timnas Indonesia di Klub

Meski tidak mendapat gaji tetap dari Timnas, para pemain tetap memiliki penghasilan utama dari klub tempat mereka bermain. Nilainya pun sangat bervariasi tergantung pada level liga, negara, dan performa pemain.

Berikut beberapa nama pemain Timnas Indonesia beserta perkiraan gaji mereka di klub masing-masing:

  • Pratama Arhan – Bangkok United (Thailand): sekitar Rp10 miliar per musim

  • Marselino Ferdinan – Oxford United (Inggris): sekitar Rp3,13 miliar per tahun

  • Rizky Ridho – Persija Jakarta: lebih dari Rp5,65 miliar per tahun

  • Stefano Lilipaly – Borneo FC: nilai pasar sekitar Rp4,3 miliar

  • Evan Dimas – (tanpa klub per Januari 2025): nilai pasar Rp1,74 miliar

  • Rafael Struick – Brisbane Roar (Australia): sekitar Rp2 miliar per tahun

  • Egy Maulana Vikri – Dewa United: sekitar Rp4,35 miliar per musim

  • Witan Sulaeman – Persija Jakarta: sekitar Rp4,35 miliar per tahun

  • Ernando Ari – Persebaya Surabaya: sekitar Rp4,35 miliar per musim

  • Nadeo Argawinata – Borneo FC: nilai pasar sekitar Rp5,65 miliar

  • Justin Hubner – Wolves U-21 (Inggris): sekitar Rp1,14 miliar per tahun

  • Nathan Tjoe-A-On – Swansea City (Inggris): sekitar Rp5,5 miliar per tahun

  • Sandy Walsh – Yokohama F. Marinos (Jepang): sekitar Rp7,49 miliar per tahun

  • Maarten Paes – FC Dallas (Amerika Serikat): total pendapatan Rp6,3 miliar per tahun

  • Calvin Verdonk – NEC Nijmegen (Belanda): sekitar Rp10,8 miliar per tahun

  • Mees Hilgers – FC Twente (Belanda): sekitar Rp6,7 miliar per tahun

Dari data di atas, bisa dilihat bahwa pendapatan terbesar pemain Timnas Indonesia justru berasal dari klub mereka, baik di dalam maupun luar negeri.


Faktor yang Mempengaruhi Besaran Gaji Pemain Sepak Bola

Mengapa ada pemain yang gajinya “hanya” Rp500 juta, sementara yang lain mencapai lebih dari Rp10 miliar per tahun? Setidaknya ada empat faktor utama yang menentukan:

  1. Klub Tempat Bermain
    Klub dengan finansial kuat, seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Bali United, cenderung memberi kontrak lebih tinggi. Sementara klub luar negeri biasanya menawarkan nominal yang jauh lebih besar karena perbedaan kurs dan nilai kompetisi.

  2. Posisi dan Kontribusi Pemain
    Striker, gelandang serang, atau bek tengah yang memiliki peran vital biasanya mendapatkan gaji lebih tinggi dibanding posisi lain.

  3. Popularitas dan Nilai Komersial
    Pemain dengan reputasi besar dan basis penggemar luas sering kali menjadi magnet bagi sponsor dan klub, sehingga berpengaruh pada nilai kontrak dan peluang endorsement.

  4. Prestasi Individu dan Tim
    Pencapaian, baik di level klub maupun tim nasional, akan meningkatkan daya tawar pemain di pasar transfer dan negosiasi kontrak.


Perbandingan dengan Pemain Dunia

Sistem kompensasi serupa juga berlaku di level internasional. Misalnya, Kylian Mbappé saat membela Prancis di Piala Dunia 2018 hanya menerima sekitar £17.000 (Rp340 juta) per pertandingan, jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan gajinya di klub. Bahkan, Mbappé menyumbangkan seluruh bayaran itu untuk kegiatan amal.

Di Inggris, sejak 2007 para pemain tim nasional mendonasikan pendapatan mereka dari pertandingan untuk England Footballers Foundation, dan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak pernah mengumumkan jumlah pastinya.

Hal ini menunjukkan bahwa di banyak negara, bermain untuk tim nasional lebih dianggap sebagai bentuk kehormatan dan pengabdian ketimbang pekerjaan yang digaji tetap.


Kesimpulan: Timnas Bukan Soal Gaji, Tapi Kebanggaan

Jadi, apakah pemain Timnas Indonesia digaji?
Jawabannya: tidak dalam bentuk gaji tetap bulanan seperti di klub, melainkan melalui honorarium, uang saku, dan bonus prestasi yang diberikan selama mereka menjalankan tugas negara.

Meski begitu, nilai kompensasi dan bonus yang diterima tetap layak dan kompetitif, apalagi jika dikombinasikan dengan gaji besar dari klub masing-masing.

Membela Timnas Indonesia bukan sekadar soal uang—melainkan soal kehormatan dan kebanggaan mengenakan lambang Garuda di dada.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan pemain Timnas Indonesia dan update gaji mereka di klub luar negeri, pantau terus berita terbarunya hanya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Erick Thohir: Kami Mohon Maaf

Baca Juga: Jay Idzes Nilai Wasit Ma Ning Merugikan Timnas Indonesia

FAQ

1. Apakah pemain timnas Indonesia digaji?
Ya, pemain timnas Indonesia mendapatkan gaji atau honor dari PSSI selama mereka membela tim nasional. Besarannya berbeda-beda tergantung level turnamen, posisi pemain, serta prestasi tim.

2. Siapa yang membayar gaji pemain timnas?
Pembayaran gaji dan bonus pemain timnas berasal dari PSSI, yang dananya bersumber dari anggaran federasi, sponsor, serta dukungan pemerintah melalui Kemenpora.

3. Berapa gaji pemain timnas Indonesia per bulan?
Pemain timnas tidak digaji secara bulanan seperti pemain klub, melainkan menerima honor per pemanggilan atau per pertandingan. Nominalnya bisa berkisar dari beberapa juta hingga puluhan juta rupiah per laga, tergantung level kompetisi dan prestasi.

4. Apakah pemain timnas juga mendapat bonus?
Ya. Selain honor, pemain timnas berhak menerima bonus kemenangan dan prestasi, misalnya saat lolos ke babak tertentu, menang di turnamen, atau menjuarai kompetisi resmi.

5. Apakah gaji pemain timnas sama untuk semua level usia?
Tidak. Gaji pemain timnas senior umumnya lebih besar dibanding timnas U-23, U-20, atau U-17, karena perbedaan tingkat kompetisi dan tanggung jawab.

6. Apakah pemain timnas tetap digaji jika tidak dimainkan?
Selama pemain dipanggil dan ikut pemusatan latihan (TC), mereka tetap menerima honor harian dan fasilitas seperti akomodasi, makan, dan transportasi, meski tidak selalu dimainkan.

7. Apakah pemain timnas perempuan juga digaji?
Ya, pemain timnas putri juga menerima honor dan bonus, meskipun jumlahnya belum sebesar timnas putra karena perbedaan dukungan sponsor dan struktur kompetisi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.