Akurat

Diancam, Reebok Batalkan Permintaan Hapus Logo dari Seragam Timnas Israel

Kumoro Damarjati | 1 Oktober 2025, 11:18 WIB
Diancam, Reebok Batalkan Permintaan Hapus Logo dari Seragam Timnas Israel

 

AKURAT.CO Merek pakaian olahraga global Reebok membatalkan tuntutannya agar tim nasional Israel menghapus logo perusahaan dari seragam mereka. Keputusan ini diambil setelah Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) mengancam akan menempuh jalur hukum.

Awal Polemik

IFA mengonfirmasi kepada The Telegraph bahwa Reebok awalnya berupaya mengakhiri kontrak pasokan seragam dengan federasi sepak bola Israel. Langkah itu muncul di tengah meningkatnya tekanan dan kritik internasional terhadap operasi militer Israel melawan kelompok Hamas.

Namun, setelah melalui pembicaraan intensif antara Presiden IFA Moshe Zuares, pihak Reebok, dan pemegang waralaba lokal, perusahaan akhirnya mengurungkan niatnya.

“Perusahaan membatalkan keputusannya untuk mengakhiri kontrak. Seragam tim dalam pertandingan internasional akan tetap menampilkan logo Reebok seperti sebelumnya,” ujar IFA dalam pernyataannya.

Latar Belakang Kontrak

Reebok, yang beroperasi di Israel melalui kemitraan dengan MGS Group, mulai memasok seragam baru untuk timnas pada musim panas lalu. Seragam tersebut dirancang oleh mantan pemain Tal Shtah dan diluncurkan secara besar-besaran.

Namun, peluncuran seragam itu bertepatan dengan meningkatnya seruan boikot terhadap Israel. Kritik datang dari organisasi kemanusiaan internasional yang menuduh otoritas Israel menyebabkan krisis pangan di Gaza. Bahkan, sebuah panel PBB menyebut tindakan Israel sebagai bentuk genosida terhadap warga Palestina dan menyerukan agar Israel dikeluarkan dari organisasi sepak bola internasional.

Reaksi Asosiasi Sepak Bola Israel

IFA sebelumnya mengecam permintaan Reebok untuk menghapus logo dari seragam. Mereka menilai langkah itu sebagai bentuk tunduk pada “ancaman boikot yang tidak relevan” dan bahkan menuding Reebok berpotensi melanggar undang-undang anti-boikot Israel.

Perubahan sikap Reebok terjadi seiring dengan keputusan Persatuan Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) yang juga membatalkan rencana menangguhkan keanggotaan IFA. Menurut The Telegraph, langkah UEFA itu terkait dengan perkembangan diplomatik, termasuk dukungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap kerangka perdamaian yang ditawarkan Presiden AS saat itu, Donald Trump.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.