Akurat

Football Institute: Prestasi STY, Kluivert, dan Vanenburg tak Berbeda di Tahun Pertama

Endarti | 13 September 2025, 16:13 WIB
Football Institute: Prestasi STY, Kluivert, dan Vanenburg tak Berbeda di Tahun Pertama
 
AKURAT.CO, Football Institute membedah data kinerja deretan pelatih Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong (STY), Gerald Vanenburg, hingga Patrick Kluivert.
 
Founder Football Institute, Budi Setiawan, mengatakan bahwa dari data secara prestasi baik STY, Patrick Kluivert, dan Gerard Vanenburg di tahun pertamanya tidak berbeda. 
 
Dia mengatakan tidak ada perbedaan yang berarti jika bicara presentase statistik dari data ketiga pelatih Timnas Indonesia.
 
 
"Namun jika bicara tekanan mental dan suporter, Patrick Kluivert harus menghadapi tekanan lolos Round 4 Kualifikasi Piala Dunia dan Gerard Vanenburg berada dalam tekanan lolos ke Piala Asia U-23 dan Olimpiade 2028," kata Budi Setiawan melalui keterangannya, Jumat (12/9).
 
Menurut Budi, keberhasilan pelatih butuh waktu dan proses. STY, misalnya, baru membawa Timnas U-23 lolos ke Piala Asia pada tahun keempat.
 
"Sementara Patrick Kluivert justru berhasil membawa Indonesia lolos ke Round 4 setelah tiga bulan ditunjuk sebagai pelatih timnas senior," jelasnya.
 
Sementara untuk Vanenburg dan STY sama-sama gagal membawa Timnas Indonesia U-23 ke Putaran Final Piala Asia di tahun pertamanya.
 
Budi menambahkan, materi skuad Timnas Indonesia U-23 yang lolos Semifinal AFC U23 Asian Cup Qatar 2024 adalah materi pemain yang sudah berinteraksi lama dengan pelatih sebelumnya.
 
 
Dia menyebut, setidaknya sejak 2021 pemain seperti Ernando Ari, Rizky Ridho, Pratama Arhan, Marcelino dan Witan Sulaiman plus naturalisasi seperti Ivar Jenner, Justin Hubner, Nathan Tjoe a On dan Rafael Struick telah lama berproses dengan pelatih sebelumnya. 
 
"Sehingga tidak tepat jika dibandingkan dengan skuad Timnas U-23 di bawah Vanenburg yang masih dalam hitungan bulan dan minggu dalam persiapan Timnas U-23," jelasnya.
 
Budi menekankan membandingkan pelatih masa lalu dan masa sekarang tidak tepat karena situasi ruang, kondisi dan waktunya berbeda.
 
"Kredit tinggi layak disematkan kepada Patrick Kluivert karena berhasil membawa Indonesia lolos ke Round 4 Kualifikasi Piala Dunia dengan lawan yang secara kualitas dan ranking berada di atas Indonesia tanpa mendapat kesempatan TC," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H