Akurat

PSSI dan LIB Akan Berikan Bantuan Hukum untuk Yakob dan Yance Sayuri Sehubungan Rasisme

Endarti | 8 Mei 2025, 16:25 WIB
PSSI dan LIB Akan Berikan Bantuan Hukum untuk Yakob dan Yance Sayuri Sehubungan Rasisme
 

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mendukung adanya langkah hukum untuk pelaku tindakan rasis yang menimpa dua penggawa Malut United, Yang dan Yakob Sayuri.

Erick Thohir ingin adanya efek jera bagi para pelaku tindakan rasisme. Ia bahkan mengatakan bahwa PSSI berencana mendampingi Yance dan Yakob untuk melanjutkan perkara ini ke proses hukum.

“Saya menentang keras, makanya saya bikin video. Bahkan, saya minta PSSI untuk membantu dalam proses hukum. Ya, kami sudah ikut bantu ke polisi," kata Erick Thohir belum lama ini.

Baca Juga: Dewa United Kecam Aksi Rasisme Oknum Suporter Persib Bandung Terhadap Alta Ballah

Yance dan Yakob Sayuri menjadi korban tindakan rasisme saat Malut United berhasil menaklukkan Persib Bandung di Ternate, Maluku Utara, 2 Mei lalu.

Selepas laga tersebut Yakob dan Yance mendapat serangan bernada rasis di sosial media rasis di sosial media pribadinya. 

Tak hanya menyerang keduanya, rasisme melainkan juga menyerang keluarga kedua pemain tersebut.

Erick Thohir mengatakan bahwa tidak boleh ada tindakan rasis dalam sepakbola. Sikap itu sudah dia tunjukkan saat ada suporter Timnas Indonesia yang melakukan aksi rasisme saat Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea di Kualifikasi Olimpiade 2024 lalu.

“Karena sejak awal ketika kita juga bertanding dengan Guinea ada isu rasisme. Kita kalah 0-2 waktu itu di Kualifikasi Olimpiade 2024, kita juga mengajak untuk tidak ada tindakan rasisme,” kata Erick Thohir.

Baca Juga: Gara-gara Rasisme, Muncul Usulan Sanksi Pengurangan Poin di Tengah Euforia Pesta Persib Juara Liga 1

“Kalah menang itu biasa, apalagi mengkritik bangsa kita sendiri. Kita di bawah Pancasila, ada yang putih, hitam, keriting, lurus, sipit, belo, matanya hitam.

“Kemarin saya lihat di media sosial ada suporter matanya biru, keren juga, suku apa itu kemarin? Viral. Bangsa Indonesia ada yang matanya biru, tidak pakai softlens."

Hal senada juga diutarakan oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus. Ia menyebut bahwa rasisme merusak integritas kompetisi.

“Kami mengutuk keras segala bentuk rasisme di dunia sepakbola. Tindakan ini tidak hanya menyakiti individu tetapi juga mencederai semangat sportifitas dan persatuan yang menjadi fondasi kompetisi,' ujar Ferry Paulus.

“Sepakbola adalah ruang inklusif tempat. Perbedaan dirayakan. Rasisme tidak boleh mendapatkan tempat baik di stadion maupun di ruang digital.

“Kami akan memperketat pengawasan dan terus mendorong edukasi bagi suporter serta semua pihak yang terlibat."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H