Akurat

Sekolah-sekolah Mulai Tertarik dan Minati Sepakbola Putri Usia Dini

Leo Farhan | 9 November 2024, 19:47 WIB
Sekolah-sekolah Mulai Tertarik dan Minati Sepakbola Putri Usia Dini

 

 

AKURAT.CO - Sekolah Dasar (SD) di wilayah Jakarta tampaknya sudah mulai mempertimbangkan olahraga sepakbola putri menjadi pilihan sebagai kegiatan ekstrakurikuler mereka.

Hal tersebut bisa dilihat dari kenaikan jumlah peserta yang sangat signifikan pada gelaran MilkLife Soccer Challenge Jakarta Series 2 2024 yang berlangsung 7-10 November, di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur.

Jumlah peserta pada seri kedua ini meningkat pesat dengan mengalami kenaikan tiga kali lipat dibanding seri pertama. Asisten Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Asep Sunarya, menyebut seri perdana di Jakarta beberapa waktu lalu sangat berpengaruh atas kenaikan tersebut.

"Sekarang seri kedua, antusiasnya semakin tinggi, semakin banyak. Sekolah yang dulunya tidak tahu ada turnamen sepak bolaputri, tetapi sekarang setelah tahu seri pertama membuat mereka lebih siap lagi," kata Asep di Kingkong Soccer Arena, Jakarta, Sabtu (9/11).

Pada seri kedua ini, peserta MilkLife Soccer Challenge - Jakarta mencapai 1.359 siswi dari 85 Sekolah Dasar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Peserta terbagi ke dalam 31 tim kelompok usia (KU) 10 dan 88 tim KU 12.

Jumlah ini jauh mengalami kenaikan sibanding seri pertama yang hanya diikuti oleh 368 siswi, yang saat itu terbagi ke dalam sembilan tim KU 10 dan 25 tim KU 12.

Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengungkapkan peningkatan jumlah partisipan di MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Seri 2 2024 menjadi angin segar dalam upaya mengembangkan sepakbola putri di Tanah Air.

"Dengan banyaknya jumlah peserta tentu akan meningkatkan probabilitas munculnya talenta-talenta besar untuk dapat terus dikembangkan," ujar Teddy.

Selain menyelenggarakan turnamen, MilkLife dan Djarum Foundation juga bekerja sama dengan Persatuan Sepaknola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mempersiapkan roadmap di level usia 14, 16, 18, dan profesional.

Teddy menyebut, jika sepakbola putri ingin bisa berprestasi, dibutuhkan pembangunan infrastruktur yang lengkap dan pengembangan talenta yang dipupuk sejak usia dini.

"Dengan adanya fondasi yang kuat akan membuat proses pembangunan sepakbola putri di tahapan-tahapan selanjutnya menjadi lebih baik. Semua itu adalah suatu proses jangka panjang," kata dia.

Untuk mengakomodir jumlah peserta di Jakarta, MilkLife Soccer Challenge – Jakarta Seri 2 melakukan penyesuaian di kategori pertandingan 7x7 dengan mengadakan babak kualifikasi terlebih dahulu untuk KU 12 sebelum bersaing di babak penyisihan grup yang berisikan 64 tim. 

Sementara itu, KU 10 yang terdiri dari 31 tim langsung memainkan fase grup. Lalu untuk kategori Skill Challenge yang terdiri dari dribbling, one on one, passing control, penalty shoot, dan shoot on target, diterapkan sistem gugur.

Sama seperti seri di tujuh kota lain, pemain-pemain yang potensial di ajang ini akan dipanggil mengikuti MilkLife Extra Training. Mereka selanjutnya akan masuk dalam tim terbaik yang akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars KU-12 di Supersoccer Arena Kudus pada 24-26 Januari 2025 nanti.

Tim itu akan bertemu dengan tim-tim lain yang berasal dari kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge seperti Kudus, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Solo, dan Surabaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H