Andres Iniesta dan Perginya Sang Legenda Salah Satu Dinasti Terbesar Sejarah Sepakbola

AKURAT.CO, Andres Iniesta akhirnya sampai juga pada momen perpisahan selama-lamanya untuk karier sepakbolanya yang gemilang dan haru-biru.
Atau lebih tepatnya perpisahan Andres Iniesta dengan para penggemar, generasi bersejarah, dan sebuah negara yang mendapatkan peningkatan derajat sebagai bangsa dalam pergaulan sepakbola.
Setelah bermain sepakbola selama 30 tahun terhitung sejak usia sepuluh tahun di Akademi Albacete, Spanyol, pada 1994, Andres Iniesta memilih kembali ke Barcelona untuk seremoni perpisahannya.
Baca Juga: Andres Iniesta Resmi Tinggalkan Jepang, Bakal Hijrah ke Amerika?
Di hadapan sekitar 500 hadirin di sebuah auditorium di dermaga lama di Barcelona, Selasa (8/10), Iniesta tak kuasa menahan airmatanya untuk ucapan selamat tinggal.
Kepergian Iniesta menandai perginya kronik hidup yang menandai sebuah puncak dalam sejarah sepakbola. Terutama dalam sumbangannya semasa bermain untuk Barcelona dan Tim Nasional Spanyol.
Datang ke Akademi La Masia di Barcelona pada usia 12 tahun, Iniesta adalah seorang anak bertubuh kecil dan tampak rapuh. Namun, dari sana ia menjadi salah satu bagian dinasti besar sepakbola dunia.
Setelah membantu Barcelona meraih enam gelar di musim debut kepelatihan Pep Guardiola pada 2008-2009, momen paling bersejarah untuk Iniesta adalah Piala Dunia 2010.
Pesepakbola kelahiran Fuentealbilla, Spanyol, 11 Mei 1984, ini mencetak gol tunggal kemenangan Spanyol atas Belanda di final Piala Dunia 2010. Gol yang membuat Spanyol untuk kali pertama menjadi juara Piala Dunia.
Baca Juga: Jika Sudah Siap Mental, Iniesta Janji Bakal Kembali ke Barcelona
Perlu dicatat pula bahwa Iniesta adalah bagian dari Timnas Spanyol yang mendominasi dunia dalam periode 2008-2012 dengan raihan dua Piala Eropa dan satu Piala Dunia.
Lain dari itu yang tak kalah penting dari pemain berposisi gelandang ini adalah gaya bermainnya yang khas. Dengan tubuhnya yang terbilang mungil untuk pesepakbola Eropa, Iniesta adalah simbol intelijensia.
Persis seperti pernyataan Pep Guardiola kepada Xavi Hernandez yang terkenal: “Kamu akan membuat saya pensiun. Orang ini (Iniesta) akan membuat kita semua pensiun.”
Barcelona jelas basis bagi karier panjang Iniesta. Itu sebabnya ia memilih pindah ke Jepang untuk Vissel Kobe pada 2018 alih-alih tak ke Eropa karena tak ingin berhadapan dengan Barcelona.
Lima musim di Kobe, El Ilusionista, akhirnya hijrah ke Emirates di Uni Emirat Arab, semusim terakhir. Dan gurun Arab menjadi arena terakhir bagi Iniesta sebagai pesepakbola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









