Piala Amerika: Jago Adu Penalti, Emiliano Martinez ternyata Latihan Blok 500 Kali Sehari

AKURAT.CO, Bukan Lionel Messi, tetapi Emiliano Martinez. Ya, Kiper Tim Nasional Argentina itulah yang menjadi pahlawan yang meloloskan pasukannya ke perempat final Piala Amerika 2024 dengan memblok sepakan dua pemain Ekuador di adu penalti.
Setelah Argentina dan Ekuador bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu pada laga delapan besar Piala Amerika di Stadion NRG, Texas, Amerika Serikat, Kamis (4/7), Emiliano Martinez “kembali” berhadapan dengan adu penalti.
Tugasnya tidak ringan karena Argentina yang mendapat kesempatan pertama pada adu penalti di Piala Amerika tersebut gagal melalui kapten sekaligus pemain terbesar mereka: Lionel Messi.
Baca Juga: Piala Amerika: Argentina ke Semifinal Lewat Adu Penalti, Lionel Messi Gagal di Sepakan Pembuka
Emiliano Martinez merespons situasi itu dengan memblok dua penendang pertama Ekuador, Angel Mena dan Alan Minda. Argentina kemudian menang dengan skor 4-2 karena empat penendang berikut sukses menjalankan tugasnya.
Keberhasilan Dibu–sapaan Martinez–di adu penalti melawan Ekuador mengingatkan publik pada final Piala Dunia Qatar 2022. Ketika itu Dibu juga menjadi pahlawan kemenangan Argentina atas Prancis melalui adu penalti di final.
Usai laga, Dibu mengatakan bahwa kepiawaiannya di adu penalti bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Pemain Aston Villa tersebut bekerja keras untuk melatih spesialisasinya di adu penalti.
“Saya melompat 500 kali sehari (dalam latihan penalti) setiap kali sesi latihan untuk bisa mendapatkan penampilan,” kata Dibu usai laga Argentina versus Ekuador sebagaimana dipetik dari ESPN.
Baca Juga: Piala Amerika: Tak Terkalahkan, Argentina ke Perempat Final sebagai Juara Grup A
“Saya berlatih untuk ini, saya selalu mengusahakan level terbaik saya untuk memberikan semuanya bagi tim nasional ini.”
Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengatakan bahwa Dibu adalah kiper yang berbeda dari caranya menghadapi adu penalti. Alih-alih sekadar membaca arah bola, kata Scaloni, Emiliano Martinez justru menyerang bola.
“Saya bukan seorang pelatih penjaga gawang, tetapi ketika seorang penjaga gawang berusaha melakukan penyelamatan penalti mereka mungkin akan menyentuh bola tetapi Dibu justru menyerangnya,” kata Scaloni. “Dia berteriak ketika dia menghentikan (bola).”
Juga Lionel Messi yang mengatakan bahwa ia dan rekan setimnya punya kepercayaan besar terhadap Dibu dalam adu penalti. Sebelum laga, kata Messi, Martinez bahkan bergurau untuk meminta rekan setimnya kalem ketika laga mesti diselesaikan dengan adu penalti.
“Dibu selalu hadir di sana, di momen-momen seperti ini dia menjadi besar. Di adu penalti kami sangat percaya, bahkan sebelum laga dia bergurau bahwa kami harus kalem jika ada adu penalti. Dia selalu memiliki itu dalam pikirannya,” kata Messi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









