Gelar Scudetto ke-20 Menjadi Hadiah yang Pantas untuk Simone Inzaghi

AKURAT.CO Di bawah asuhan Simone Inzaghi, Inter Milan berhasil mendominasi sepak bola Italia musim ini.
Ketika peluit akhir dibunyikan saat mereka menang 2-1 atas AC Milan di San Siro pada Selasa (23/4/2024) dini hari WIB adalah momen kemenangan yang manis untuk tim Simone Inzaghi.
Bersama Simone Inzaghi, Inter Milan hanya menderita satu kekalahan di liga musim ini dan hanya kebobolan 18 gol yang paling sedikit di Serie A.
Baca Juga: Inter Milan Resmi Meraih Gelar Juara Serie A Usai Taklukan Rival Sekota di Kandang
Kemenangan dari rival sekota juga membawa Inter mengamankan Scudetto mereka dengan lima pertandingan tersisa.
Inter memiliki jendela transfer musim panas yang sangat efektif, mereka memperoleh pemain yang sesuai dengan rencana klub untuk musim ini untuk menggantikan mereka yang hengkang.
Mendatangkan pemain depan Marcus Thuram dengan status bebas transfer, bek Benjamin Pavard hingga kiper Yann Sommer dari Bayern Munich dengan harga kurang dari USD42,62 juta memberikan alternatif pergantian posisi Romelu Lukaku, Milan Skriniar dan Andre Onana yang pergi sebelum musim berakhir.
Baca Juga: Jelang Duel Della Madonnina, Inzaghi: Inter Tidak Fokus Untuk Meraih Gelar dalam Derby Milan
Dengan kepergian Lukaku setelah opera sabun yang membuatnya bergabung dengan AS Roma dengan status pinjaman dari Chelsea, Inzaghi memberikan tanggung jawab lebih besar kepada pemain asal Argentina, Lautaro Martinez dalam perombakan lini depan.
Dia bahkan mengambil alih posisi kapten dari kiper yang telah pensiun, Samir Handanovic.
Inter mendatangkan pemain asal Prancis, Thuram dari Borussia Moenchengladbach, untuk menjalin kemitraan yang dinamis dengan Martinez.
Baca Juga: Erick: Derbi Milan Di Liga Champions Luar Biasa Buat Serie A
Duet maut mereka lantas memberi Inter 35 gol dan 16 asisst untuk Serie A di musim ini dengan total 79 gol yang telah dicetak oleh tim.
Para penyerang juga didukung oleh Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu dan pemain sayap kiri Federico Dimarco yang turut menyumbangkan gol serta asisst.
Kekuatan lini serang Inter juga membuat mereka berhasil meraih 27 kemenangan dari 33 pertandingan.
Mereka yang Tersingkir
Baca Juga: Stefano Pioli Minta Pasukannya tak Biarkan Inter Raih Scudetto di Derbi Milan Malam Nanti
Juventus tampak seperti berjuang untuk meraih Scudetto, namun tim asuhan Massimiliano Allegri mengalami kemunduran pada akhir Januari dan kini terpaut jauh dari sang juara bertahan di peringkat tiga.
Milan, yang pernah dipandang sebagai rival utama Inter dalam perebutan gelar juara, mengalami musim yang tidak konsisten.
Beberapa pemain kunci Milan mengalami cedera dalam jangka waktu yang lama, penampilan yang kurang baik di tahun baru juga membuat mereka tidak dapat bersaing untuk meraih gelar juara.
Perubahan formasi yang dilakukan oleh manajer Milan, Stefano Pioli, tidak cocok dengan skuat yang membutuhkan rotasi besar-besaran, sehingga menimbulkan spekulasi media mengenai posisinya di klub.
Baca Juga: Usai Timnya Dibantai, Begini Nasib Timnas Indonesia di Piala Asia U-23 Menurut Pelatih Yordania
Tidak hanya itu, juara bertahan Napoli tersandung di awal musim setelah pelatih Luciano Spalletti pergi dan kemudian mengambil alih kursi kepelatihan Italia.
Dia lalu digantikan oleh Rudi Garcia yang dipecat setelah empat bulan melatih Napoli dan duduk di papan tengah.
Mantan pelatih Walter Mazzarri kembali untuk mencoba membalikkan keadaan namun tidak memberikan kesan apapun sebelum pergi setelah tiga bulan.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 ke 8 Besar Piala Asia, Perpanjangan Kontrak Shin Tae-yong Makin Pasti
Pelatih asal Slovakia, Francesco Calzona yang baru didatangkan dan kini memiliki dua pekerjaan.
Meskipun begitu, tidak ada yang dapat menghentikan Inter saat mereka melaju dengan nyaman menuju gelar Serie A kedua mereka dalam empat tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









