AKURAT.CO, Pelatih Timnas Vietnam, Philippe Troussier, menilai anak asuhnya tidak siap mengantisipasi gol dari Timnas Indonesia. Troussier pun mengaku bahwa laga menjadi sulit bagi timnya setelah Indonesia mencetak gol.
"Kita tahu bahwa sejak awal laga tidak akan berjalan mudah dan kami tidak terkejut melihat Indonesia yang benar-benar bisa mengantisipasi segala sesuatu yang akan terjadi di lapangan, dan kami tidak bisa melakukan hal yang sama," buka Philippe Troussier selepas laga.
"Di babak pertama kami main bagus, mengontrol laga, dan Indonesia tidak memiliki peluang untuk menyerang, dan kami berada di posisi yang bagus, dan juga kami bisa menerapkan transisi dengan bagus, tapi kami tak bisa mencetak gol.
Vietnam menelan kekalahan 0-1 dalam lawatan ke Indonesia. Gol tunggal Timnas Indonesia dicetak oleh Egy Maulana Vikri di menit ke-52.
Egy berhasil memanfaatkan peluang yang berawal dari lemparan ke dalam Pratama Arhan.
Philippe Troussier mengatakan bahwa gol yang dicetak oleh Timnas Indonesia terjadi karena ketidaksiapan pemainnya mengantisipasi bola yang datang.
"Dalam jenis laga seperti ini, gol pertama akan jadi keberuntungan bagi yang mencetaknya, dan gol ini datang dari sebuah situasi berbau ketidaksiapan dari kami," kata Philippe Troussier.
"Karena itu bukan hasil dari strategi kami tahu bahwa bola itu akan datang. Tapi ketika waktunya tiba, kami tak bisa melakukan apa-apa."
Philippe Troussier menilai setelah gol Egy Maulana laga menjadi sulit. Pelatih asal Prancis ini menerima kekalahan timnya.
"Akhirnya kami kebobolan di awal babak kedua, dan laga jadi tidak sama lagi bagi kami, segalanya jadi lebih sulit bagi kami," kata Troussier.
"Kami harus berusaha lebih dan menerapkan strategi baru, dan bisa dilihat kami frustrasi juga, pemain kami kehilangan semangat dan kami akhirnya kalah."