DNA Barcelona Mulai Dipertanyakan karena Mandek, Tiki Taka sudah Usang?

AKURAT.CO, DNA gaya bermain Barcelona yang sudah menjadi ikon sepakbola dunia kini berada di persimpangan. Tak lain karena prestasi Barcelona yang menurun dalam beberapa tahun terakhir terutama di musim ini.
Pembicaraan tentang DNA ini sebenarnya telah mengemuka pasca Luis Enrique pada 2017 di mana Barcelona belum lagi menjadi juara Liga Champions sejak 2015. Perdebatannya adalah apakah gaya bermain khas Barcelona masih relevan saat ini.
Wacana menghangat lagi ketika Direktur Olahraga Barcelona yang juga eks gelandang klub tersebut, Deco, mengatakan bahwa klubnya harus bergerak pindah dari gaya bermain yang selama ini mereka yakini.
Baca Juga: Selisih dengan Madrid Sentuh 2 Digit, Xavi Hernandez Tegaskan Barcelona tak 'Lempar Handuk'
“Arah baru sangat esensial dan presiden (klub–Joan Laporta) setuju dengan saya dalam hal ini. Sebuah perubahan mendalam dibutuhkan. Metode yang ada sudah lapuk,” kata Deco sebagaimana dipetik dari Football Espana.
“Kami harus menemukan seseorang yang akan mendobrak masa lalu sekali dan selamanya dan bergerak maju ke paradigma baru.”
Pendapat ini disampaikan oleh Deco sebelum Xavi Hernandez memimpin Barcelona menghadapi Granada di matchday ke-24 La Liga Spanyol, Minggu (11/2). Pada laga kandang ungsian di Stadion Olimpic Lluis Companys, Katalunya, itu, Barcelona harus puas dengan hasil imbang 3-3.
Pada sesi konferensi pers usai laga, Xavi Hernandez dikonfrontir oleh wartawan dengan pernyataan Deco tersebut. Xavi menjawab pendek dengan mimik yang cukup berat karena ia justru ditunjuk pada 2021 untuk mempertahankan DNA Barca.
Baca Juga: Barcelona Tersingkir di Piala Raja, Sergio Aguero Sebut Xavi Hernandez Punya DNA Barca
“Dia (Deco) tidak bilang begitu pada saya. Dia sangat percaya dengan model (bermain Barcelona). Dia percaya dengan DNA Barca, dia juga pernah bermain di sini,” kata Xavi.
“Bukan itu yang disampaikannya pada saya. Saya tidak bisa bicara lebih lagi pada Anda.”
Musim ini, Barcelona telah mengalami tiga kekalahan dan enam kali imbang di La Liga. Hasil tersebut membuat Blaugrana tercecer di posisi ketiga dengan jarak sepuluh angka dari Real Madrid di posisi puncak.
Barcelona juga berada di belakang kuda hitam yang merupakan tim sesama Katalunya, Girona, dengan jarak empat angka di posisi kedua.
Mereka juga sudah tersingkir di Piala Raja namun masih punya tempat di babak 16 besar Liga Champions dengan menghadapi Napoli.
Menjadi bagian langsung dari kejayaan Barcelona dengan gaya bermain yang menguasai dunia pada 2008-2015 sebagai gelandang, Xavi jelas harus menanggung ekspektasi yang besar.
Mempertahankan tiki-taka ternyata tak mudah bagi orang yang bahkan dulu memainkannya seperti Xavi. Alhasil, Xavi sendiri sudah menyatakan akan meninggalkan Barcelona di akhir musim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








