Akurat

DNA Barcelona Mulai Dipertanyakan karena Mandek, Tiki Taka sudah Usang?

Badri | 12 Februari 2024, 18:30 WIB
DNA Barcelona Mulai Dipertanyakan karena Mandek, Tiki Taka sudah Usang?

AKURAT.CO, DNA gaya bermain Barcelona yang sudah menjadi ikon sepakbola dunia kini berada di persimpangan. Tak lain karena prestasi Barcelona yang menurun dalam beberapa tahun terakhir terutama di musim ini.

Pembicaraan tentang DNA ini sebenarnya telah mengemuka pasca Luis Enrique pada 2017 di mana Barcelona belum lagi menjadi juara Liga Champions sejak 2015. Perdebatannya adalah apakah gaya bermain khas Barcelona masih relevan saat ini.

Wacana menghangat lagi ketika Direktur Olahraga Barcelona yang juga eks gelandang klub tersebut, Deco, mengatakan bahwa klubnya harus bergerak pindah dari gaya bermain yang selama ini mereka yakini.

Baca Juga: Selisih dengan Madrid Sentuh 2 Digit, Xavi Hernandez Tegaskan Barcelona tak 'Lempar Handuk'

“Arah baru sangat esensial dan presiden (klub–Joan Laporta) setuju dengan saya dalam hal ini. Sebuah perubahan mendalam dibutuhkan. Metode yang ada sudah lapuk,” kata Deco sebagaimana dipetik dari Football Espana.

“Kami harus menemukan seseorang yang akan mendobrak masa lalu sekali dan selamanya dan bergerak maju ke paradigma baru.”

Pendapat ini disampaikan oleh Deco sebelum Xavi Hernandez memimpin Barcelona menghadapi Granada di matchday ke-24 La Liga Spanyol, Minggu (11/2). Pada laga kandang ungsian di Stadion Olimpic Lluis Companys, Katalunya, itu, Barcelona harus puas dengan hasil imbang 3-3.

Pada sesi konferensi pers usai laga, Xavi Hernandez dikonfrontir oleh wartawan dengan pernyataan Deco tersebut. Xavi menjawab pendek dengan mimik yang cukup berat karena ia justru ditunjuk pada 2021 untuk mempertahankan DNA Barca.

Baca Juga: Barcelona Tersingkir di Piala Raja, Sergio Aguero Sebut Xavi Hernandez Punya DNA Barca

“Dia (Deco) tidak bilang begitu pada saya. Dia sangat percaya dengan model (bermain Barcelona). Dia percaya dengan DNA Barca, dia juga pernah bermain di sini,” kata Xavi.

“Bukan itu yang disampaikannya pada saya. Saya tidak bisa bicara lebih lagi pada Anda.”

Musim ini, Barcelona telah mengalami tiga kekalahan dan enam kali imbang di La Liga. Hasil tersebut membuat Blaugrana tercecer di posisi ketiga dengan jarak sepuluh angka dari Real Madrid di posisi puncak.

Barcelona juga berada di belakang kuda hitam yang merupakan tim sesama Katalunya, Girona, dengan jarak empat angka di posisi kedua.

Mereka juga sudah tersingkir di Piala Raja namun masih punya tempat di babak 16 besar Liga Champions dengan menghadapi Napoli.

Menjadi bagian langsung dari kejayaan Barcelona dengan gaya bermain yang menguasai dunia pada 2008-2015 sebagai gelandang, Xavi jelas harus menanggung ekspektasi yang besar.

Mempertahankan tiki-taka ternyata tak mudah bagi orang yang bahkan dulu memainkannya seperti Xavi. Alhasil, Xavi sendiri sudah menyatakan akan meninggalkan Barcelona di akhir musim.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H