Akurat

Shin Tae-yong Diminta Jaga Etika, Iwan Setiawan: Ngomong Aja ke PSSI

Endarti | 30 Januari 2024, 22:54 WIB
Shin Tae-yong Diminta Jaga Etika, Iwan Setiawan: Ngomong Aja ke PSSI

AKURAT.CO Mantan pelatih Timnas Indonesia U-17, Iwan Setiawan mengatakan sejatinya pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong telah bicara kepada PSSI terkait masa depannya di Timnas Indonesia. 

Shin Tae-yong memang membuat gempar mengenai pernyataannya kepada salah satu media asal Korea Selatan terkait dirinya yang ditaksir oleh lima negara untuk menjadi pelatih. 

Baca Juga: Demi Lolos 16 Besar Piala Asia, PSSI Gantungkan Nasib Timnas Indonesia pada Kirgizstan

Tak ayal, situasi tersebut lantas membuat kabar simpang siur di jagat pecinta sepak bola Indonesia. Terkait situasi ini, mantan pelatih Timnas Indonesia U-17, Iwan Setiawan menilai apa yang dilakukan oleh Shin Tae-yong sangat tidak etis.

Sejatinya permasalahan internal mengenai masa depannya bisa dibicarakan terlebih dahulu bersama PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia. Seperti diketahui Shin Tae-yong masih memiliki kontrak kerjasama hingga Juni 2024.

“Shin Tae-yong sebaiknya fokus saja dulu pada pencapaian target yang dibebani PSSI. Negosiasi kontrak dengan embel-embel pemenuhan target itu biasa di dunia sepak bola profesional,” ucap Iwan Setiawan dalam keterangan resminya. 

“Semua pelatih mengalami, dengan tekanan berbeda-beda. Tidak pas rasanya jika Shin Tae-yong tiba-tiba bilang ke media Korea jika dapat tawaran melatih negara lain. Sebaiknya terbuka saja soal ini dan bisa disampaikan langsung ke PSSI secara internal. Apalagi dia juga masih terikat kontrak dengan Indonesia dan ada target lain yang harus dituntaskan setelah kemarin sukses meloloskan timnas ke 16 besar Piala Asia," tambah Iwan.

Iwan sejatinya mengapresiasi kinerja Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia. Setidaknya pelatih asal Korea Selatan ini menciptakan budaya baru bersama Timnas Indonesia.

“Dia telah menciptakan budaya baru di timnas kita. Pemain punya etos kerja keras yang bagus. Saya yakin PSSI juga melihat hal tersebut dan mereka amat hati-hati dan bijaksana berkaitan dengan perpanjangan kontrak. Beliau tidak perlu gelisah, konsentrasi saja pada pencapaian target,” ujar pelatih yang malang melintang bersama Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Persela Lamongan ini.

Sejauh ini, usai membawa Timnas melakoni laga-laga di Piala Asia 2023 Qatar, PSSI menyatakan kepuasannya. Terlebih dari dua target yang dibebankan kepada Shin Tae-yong. Satu berhasil dicapai dengan lolos  ke 16 besar. Tinggal satu tugas selanjutnya, membawa Indonesia lolos 8 besar di Piala Asia U23 yang berlangsung di Qatar juga, April mendatang.

"Saya nilai PSSI sudah profesional, dengan menjadikan dua target tersebut sebagai ukuran untuk memerpanjang kontrak Shin Tae-yong hingga 2027. Jika PSSI sudah komitmen, maka seharusnya Shin Tae-yong juga. Dan dia sudah mencapai salah satu target yang digariskan, jadi tenang saja. Publik juga melihat kok hasil kerjanya,” ucap Iwan. 

Baca Juga: Siapa Sosok Bung Towel? Sering Jadi Sorotan Karena Selalu Mengkritik Skill Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia

Iwan menambahkan, jika Shin Tae-yong sudah bicara mengenai adanya tawaran, secara etika, tentu ini kurang elok. Karena itu, Iwan menyarankan agar Shin Tae-yong melakukan koreksi atas pernyataan tersebut.

"Secara garis besar hasil kerja STY di timnas sudah bagus, terutama dari urusan daya juang dan mentalitas. Akan tetap tentunya usai Piala Asia ada sejumlah catatan yang tetap harus dibenahi.”

“Jika mengaca dari prestasi timnas senior, STY banyak pekerjaan rumah dalam hal strategi bertahan dan menyerang. Dari 6 laga terakhir, gawang timnas sudah kebobolan 20 gol. Para striker masih terlihat kurang tajam karena minim cetak gol. Itu hal-hal yang harus STY pikirkan, ketimbang bicara soal tawaran kontrak negara lain," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
R