Disinggung Soal VAR Di Piala Dunia U-17, Ini Jawaban Erick Thohir

AKURAT.CO, Indonesia tengah bersiap untuk menggelar ajang sepakbola bergengsi usia muda, Piala Dunia U-17 2023, yang akan berlangsung pada 10 November-2 Desember mendatang di empat kota penyelenggara: Jakarta, Bandung, Surabaya dan Solo.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berharap suksesnya gelaran ini bisa membuka jalan bagi Indonesia kembali menjadi tuan rumah untuk agenda-agenda FIFA lain yang lebih besar. Selain itu, tim ini juga merupakan tim yang dipersiapkan untuk Kejuaraan Dunia U-20 2025 mendatang.
"Ini kan prestasi dari Garuda Muda Indonesia, yang di mana kita sudah mempersiapkan
tim U-17 ini juga untuk Piala Dunia U-20 2025. Jadi ini sebuah program berkelanjutan. Apalagi ini sebuah event besar yang namanya untuk kejuaraan dunia," kata Erick Thohir di Jakarta, Rabu (3/10).
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Mulai Berlatih di Dortmund Hari Ini
Rencananya gelaran Piala Dunia U-17 2023 akan berlangsung di empat venue berbeda, Jakarta International Stadium (Jakarta), Stadion Si Jalak Harupat Soreang (Bandung), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Manahan (Solo).
Disinggung mengenai penggunaan Video Assistant Referee (VAR), Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Lokal (LOC) Piala Dunia U-17 2023 menyampaikan, bahwa kewenangan itu hanya bisa dijawab oleh FIFA. Pasalnya, peran Indonesia dan PSSI sendiri dalam ajang ini hanyalah sebagai penyelenggara.
"Ya itu (penggunaan VAR) kan otoritas dari FIFA-nya langsung. Bukan dari kaminya. Kita ini sebagai penyelenggara, semua payungnya semua di bawah FIFA," kata pria yang menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut menjelaskan.
Baca Juga: Piala Dunia U-17: Jokowi Dan Presiden FIFA Dijadwalkan Hadiri Pembukaan Di Surabaya
Selain penggunaan VAR, Erick juga menyampaikan progress perbaikan lapangan pertandingan dan beberapa lapangan pendukung lainnya akan rampung sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Beberapa di antaranya bahkan dikatakan Erick sudah ada yang diserahterimakan.
"Sudah, ini kan beberapa venue sesuai dengan kesepakatan FIFA. Tanggal 27 kemarin sudah harus ada yang di serahterimakan. Pertengahan Oktober juga ada. Tapi insyaallah, saya baru saja review kemarin semuanya siap tepat waktu," katanya.
Sedangkan untuk nominal harga tiket pertandingan, PSSI masih menunggu arahan lebih lanjut dari FIFA. Sama seperti penggunaan VAR, kebijakan bundling ticketing akan ditentukan oleh FIFA.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








