Gerrard Ke Ettifaq, Uang Arab Saudi Seperti Tak Ada Habisnya
AKURAT.CO, Investasi gila-gilaan Arab Saudi di sepakbola profesional mereka ternyata memang gila. Alih-alih hanya mengontrak Cristiano Ronaldo seorang sebagai “simbol”, Saudi ternyata benar-benar hendak menyetarakan kualitas pemain di liga mereka dengan liga-liga di Eropa.
Terakhir, legenda Liverpool, Steven Gerrard, bergabung sebagai pelatih salah satu klub di negara Timur Tengah itu, Al Ettifaq. Sebelum Gerrard, Liga Arab Saudi ternyata sudah mengontrak eks Pelatih Tottenham Hotspur, Nuno Espirito Santo, dan juga mantan Pelatih West Ham United, Slaven Bilic.
Juga ada mantan Pelatih Benfica yang malang-melintang di Liga Champions, Jorge Jesus. Di musim baru nanti, Liga Arab Saudi tanpa pelatih lokal dan hanya mempekerjakan pelatih-pelatih dari Eropa dan Amerika Selatan.
Dari sisi pemain, mereka punya hampir seratus pemain asing yang juga nama-nama besar di Eropa. Selain Ronaldo, Liga Arab Saudi juga merekrut N’Golo Kante, Kalidou Koulibaly, dan Edouard Mendy dari Chelsea, Ruben Neves dari Wolverhampton Wanderers, dan Roberto Firmino dari Liverpool.
The New York Times menyebut bahwa Arab Saudi bahkan menggelontorkan uang sebesar US$1 miliar (sekitar Rp15 triliun) hanya untuk menggaji 20 pemain. Megabintang Cristiano Ronaldo yang bergabung dengan Al Nassr selepas Piala Dunia Qatar 2022 bahkan mendapat bayaran US$200 juta per musim.
Tren yang dilakukan Saudi dengan merekrut para pemain papan atas sulit menghindar dari pertanyaan kritis dari Eropa. Salah satu yang paling kental adalah tuduhan pencucian citra negara tersebut atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia dengan menggunakan olahraga.
Eks pemain Manchester United, Philip Neville, bahkan mengusulkan agar Liga Primer Inggris harus membatasi akses Arab Saudi untuk merekrut pemain dari kompetisi mereka. Tujuannya untuk menjaga integritas kompetisi sepakbola Inggris.
“Pemeriksaan harus dilakukan terhadap kelayakan transaksi,” kata Neville.
Dugaan lain adalah Arab Saudi berambisi menggelar Piala Dunia di negara mereka setelah melihat kesuksesan Qatar tahun lalu. Membangun liga seinternasional mungkin saat ini disebut sebagai cara untuk menarik perhatian internasional untuk mendapatkan Piala Dunia 2030.
Namun demikian, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, tidak yakin dengan investasi yang dilakukan Arab Saudi. Menurut Ceferin, Arab Saudi semestinya berinvestasi di akademi sepakbola untuk mengembangkan pemain lokal.
“Ini bukan Cuma soal uang. Para pemain ingin memenangi kompetisi papan atas. Dan kompetisi papan atas adalah Eropa,” kata Ceferin.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





